Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Ekonomi » PKT BERSERI Dorong Potensi Pertanian dan Agrowisata Bulutana

PKT BERSERI Dorong Potensi Pertanian dan Agrowisata Bulutana

INTUISI.ID – Pengembangan sektor pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Hal itu yang didorong PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) melalui program PKT BERSERI di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Program PKT BERSERI atau Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri mengintegrasikan pendampingan pertanian, pengelolaan kompos, pelestarian lingkungan, dan pengembangan agrowisata Kampung Sawah Abadi (KSA).

Program yang berjalan sejak 2023 tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola sektor pertanian secara mandiri dan berkelanjutan.

Direktur Utama PKT, Rafli Yandra, mengatakan program ini dirancang untuk membangun kemandirian masyarakat melalui penguatan pengetahuan, kelembagaan, dan kemampuan petani dalam mengembangkan potensi wilayahnya.

“PKT BERSERI bukan sekadar program community development (Comdev), tetapi upaya membangun kemandirian masyarakat secara terstruktur. Kami ingin petani memiliki pengetahuan, kelembagaan, serta kemampuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan,” ujar Rafli Yandra, Senin (26/10/2026).

Saat ini, PKT BERSERI melibatkan enam kelompok tani dengan total 132 anggota. Pendampingan mencakup lahan seluas 82,50 hektare, dengan kegiatan mulai dari penerapan budi daya, pemupukan berimbang, pengolahan kompos, hingga penguatan kelembagaan petani.

Menurut Rafli, integrasi pertanian dengan edukasi lingkungan dan wisata membuka peluang bagi lahan persawahan untuk memiliki nilai tambah, selain sebagai tempat produksi pangan.

“Dengan mengintegrasikan aktivitas pertanian, edukasi lingkungan, dan pengalaman wisata, sawah tidak hanya menjadi sumber produksi pangan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi tambahan bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan program pemberdayaan bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam meneruskan hasil pendampingan. Kelompok tani dan warga diharapkan menjadi penggerak utama agar program dapat terus berkembang.

“Masyarakat Bulutana adalah aktor utama yang akan menentukan masa depan program ini. Melalui pendampingan yang dilakukan, kami ingin PKT BERSERI terus hidup dan berkembang agar dapat memberikan manfaat yang semakin nyata di masa mendatang,” tegas Rafli.

Libatkan 100 Relawan Pupuk Indonesia Grup

Pengembangan potensi Bulutana juga mendapat dukungan melalui Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI) Pupuk Indonesia yang berlangsung pada 12–16 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut melibatkan 100 relawan dari berbagai anak perusahaan Pupuk Indonesia Grup. Pelaksanaannya mencakup empat pilar, yakni Aksi Pertanian, Aksi Lingkungan, Aksi Pendidikan, dan Aksi Sosial.

Pada pilar pertanian, terdapat dua inisiatif yang berkaitan langsung dengan PKT BERSERI, yaitu BERTANI MENTARI (Bersama Petani Menjaga Ketahanan Pangan Negeri) dan BULIR TANI (Bulutana Rehabilitasi Irigasi Tani).

Kegiatan yang dilakukan meliputi pembersihan dan perbaikan saluran irigasi persawahan, penanaman padi, pemanfaatan lahan tidur untuk tanaman hortikultura, serta edukasi pengolahan kompos dan pengenalan teknologi pertanian modern.

Camat Tinggimoncong, Hikmatullah, menilai program tersebut membuka peluang bagi Bulutana untuk berkembang sebagai kawasan pertanian yang memiliki daya tarik wisata berbasis edukasi.

Ia menyebut Kampung Sawah Abadi menjadi salah satu destinasi yang diminati masyarakat dan turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian di sekitar Bulutana.

“Kami berharap program ini dapat terus memberikan manfaat, terutama dalam mendorong potensi lokal agar semakin berkembang dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” harap Hikmatullah.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bulutana, Syarifuddin, menilai pendampingan PKT membantu mendorong pengembangan potensi pertanian di wilayahnya.

Menurutnya, keberadaan Kampung Sawah Abadi memberikan peluang bagi persawahan di Bulutana untuk dikembangkan sebagai kawasan edukasi sekaligus agrowisata.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya PKT BERSERI. Kami melihat peluang sawah di Bulutana bisa memiliki nilai tambah melalui pengembangan KSA sebagai kawasan edukasi dan agrowisata, sehingga masyarakat Bulutana bisa merasakan manfaat secara luas,” tutur Syarifuddin.(*)

  • person
Bagikan Threads

Rekomendasi

  • Proyek Jalan Arteri Mamuju Kembali Dibahas, Gubernur Tinjau Trase Tepi Laut di Tambi

    Proyek Jalan Arteri Mamuju Kembali Dibahas, Gubernur Tinjau Trase Tepi Laut di Tambi

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, meninjau lokasi rencana pembangunan Mamuju Arterial Ring Road (MARR) Tahap II TPI-Tambi, Kelurahan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Sabtu, 15 November 2025. Peninjauan ini merupakan tindak lanjut pertemuannya dengan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, pada 5 November 2025 di Jakarta. Gubernur Sulbar Suhardi Duka didampingi Sekretaris Daerah Sulbar, Junda […]

  • Sekprov Muhammad Idris Tutup Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I

    Sekprov Muhammad Idris Tutup Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris, resmi menutup Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I yang diselenggarakan oleh Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (SATPEL) Mamuju, Tahun Anggaran 2024. Penutupan kegiatan ini berlangsung di Aula Workshop Satpel Las BLK Mamuju, Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, pada Jumat, 13 September 2024. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Balai […]

  • Capaian Penemuan Kasus TBC Sulawesi Barat Oktober 2025 Capai 64,3 Persen, Mamuju Tertinggi 97,4 Persen

    Capaian Penemuan Kasus TBC Sulawesi Barat Oktober 2025 Capai 64,3 Persen, Mamuju Tertinggi 97,4 Persen

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Berdasarkan data dashboard Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 2 November 2025, capaian penemuan kasus TBC di Provinsi Sulawesi Barat tercatat sebesar 64,3 Persen dari total estimasi 5.051 kasus. Kabupaten Mamuju menjadi daerah dengan capaian tertinggi, yakni 97,4 Persen, disusul oleh Majene 72,4 Persen dan Pasangkayu 68,1 Persen. Sementara itu, capaian di beberapa […]

  • Dorong Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data, Pemprov Sulbar Teken MoU dengan BPS RI

    Dorong Pengentasan Kemiskinan Berbasis Data, Pemprov Sulbar Teken MoU dengan BPS RI

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan berbasis data melalui penandatanganan nota kesepakatan dan perjanjian kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Kerja sama ini mencakup penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan data statistik untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah. Penandatanganan tersebut berlangsung Senin, 13 April 2026 di Kantor Pusat BPS RI, […]

  • Pemprov Sulbar Lakukan Cek Fisik PPPK Paruh Waktu, Dinkes Sulbar Dukung Penguatan SDM Kesehatan

    Pemprov Sulbar Lakukan Cek Fisik PPPK Paruh Waktu, Dinkes Sulbar Dukung Penguatan SDM Kesehatan

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) melaksanakan pengecekan fisik terhadap 4.179 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu sebagai bagian dari tahapan verifikasi sebelum penandatanganan Surat Keputusan (SK). Pengecekan ini dilaksanakan pada Senin, 22 Desember 2025, bertempat di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Sulawesi Barat, mulai pukul 07.00 WITA. Kegiatan ini merupakan […]

  • Ubayya Soroti Beban JKN, Dorong Pemprov Maksimalkan Kuota Gratispol untuk Bontang

    Ubayya Soroti Beban JKN, Dorong Pemprov Maksimalkan Kuota Gratispol untuk Bontang

    • 0Komentar

    INTUISI.id – Minimnya pemanfaatan kuota program kesehatan Gratispol di Kota Bontang mulai menjadi sorotan DPRD. Dari 3.800 kuota yang disiapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk 2026, baru 1.918 warga yang terdaftar hingga Mei. Kondisi ini dinilai berpotensi menambah beban APBD Bontang, terlebih setelah ribuan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN dinonaktifkan oleh pemerintah pusat melalui […]

expand_less