Pastikan Intervensi Tepat, Bapperida Sulbar Dampingi Setwapres Pantau Penanganan Stunting
- BERITA Pemerintahan
- calendar_month Selasa, 21 Apr 2026

Intuisi.id, Mateng – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat mengambil peran aktif dalam mengawal agenda strategis nasional, khususnya dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah. Ini juga sejalan dengan visi dan misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka.
Selama empat hari, mulai 19 hingga 22 April 2026, Bapperida Sulbar mendampingi Tim Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) melakukan peninjauan lapangan di Kabupaten Mamuju Tengah dan Mamasa. Kegiatan ini difokuskan untuk memastikan implementasi Program Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) berjalan efektif di lapangan.
Pendampingan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Bapperida Sulbar memastikan seluruh proses berjalan terarah, mulai dari pengumpulan data, identifikasi kendala, hingga sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyelaraskan Asta Cita pemerintah pusat dengan program prioritas daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam penanganan stunting secara terpadu.
Tim Setwapres bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) Pusat turun langsung ke berbagai titik layanan. Mulai dari kantor pemerintah daerah, kantor desa, hingga fasilitas kesehatan seperti Posyandu dan Puskesmas, semua menjadi bagian dari pemantauan.
Perencana Ahli Muda Bapperida Sulbar, Nurhalia, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang benar-benar berbasis kondisi lapangan.
“Kami tidak hanya melihat data di atas kertas, tetapi juga memastikan bagaimana program berjalan di masyarakat. Termasuk intervensi seperti Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil dan balita,” ujarnya.
Hal senada ditegaskan Kepala Bapperida Sulbar, Amujib. Ia menilai kehadiran tim Setwapres menjadi momentum penting untuk memperkuat integrasi kebijakan.
“Kami memastikan setiap temuan di lapangan menjadi dasar perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Sinkronisasi antara program pusat dan daerah harus benar-benar terasa dampaknya bagi masyarakat,” tegasnya.
Di Mamuju Tengah, kegiatan ini melibatkan berbagai pihak. Mulai dari kepala daerah, OPD teknis seperti Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas KB, hingga tenaga pendamping desa yang selama ini menjadi ujung tombak di lapangan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan kondisi daerah, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke rumah keluarga penerima manfaat. Dari situ, tim dapat melihat secara nyata apakah intervensi yang dilakukan sudah tepat sasaran.
Sebagai penutup, seluruh temuan dirangkum dan ditindaklanjuti melalui penandatanganan komitmen bersama oleh pemerintah daerah.
Bagi Bapperida Sulbar, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan stunting tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis data.
Dengan pendekatan seperti ini, diharapkan upaya penurunan stunting di Sulawesi Barat tidak hanya menunjukkan angka, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045 dan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.
- person

Saat ini belum ada komentar