Operasi Timbang Diperkuat, Dinkes Bontang Kejar Data Stunting hingga ke Rumah Warga
- BERITA PARIWARA Pemerintahan Pemkot Bontang
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026

Intuisi.id – Upaya penanganan stunting di Kota Bontang masih menghadapi tantangan dalam menjangkau seluruh balita sasaran. Tingkat kehadiran masyarakat di Posyandu yang baru mencapai sekitar 75–80 persen mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang memperkuat strategi jemput bola melalui Operasi Timbang.
Kepala Dinkes Bontang, Bahtiar Mabe, mengatakan masih adanya balita yang belum terpantau secara rutin menjadi alasan pihaknya turun langsung ke rumah warga untuk memastikan seluruh data pertumbuhan anak tercatat dengan lengkap.
Ia menjelaskan, pengukuran berat dan tinggi badan tidak hanya dilakukan di Posyandu, tetapi juga melalui kunjungan langsung petugas kesehatan ke rumah-rumah warga.
“Hasil timbang di Posyandu belum mencakup seluruh sasaran. Maka kita lakukan Operasi Timbang dengan turun langsung ke rumah warga agar semua balita terdata,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, masih belum optimalnya cakupan layanan Posyandu berpotensi membuat sebagian balita yang mengalami gangguan pertumbuhan tidak terdeteksi lebih awal. Kondisi ini dinilai dapat menghambat percepatan penurunan stunting.
Bahtiar menegaskan bahwa kelengkapan data menjadi faktor penting dalam menentukan arah intervensi. Tanpa data yang menyeluruh, pemerintah berisiko terlambat memberikan penanganan kepada anak yang membutuhkan.
“Kalau tidak lengkap, kita bisa kecolongan, ada anak yang berisiko stunting tapi tidak terpantau,” jelasnya.
Melalui Operasi Timbang, petugas melakukan pemantauan pertumbuhan balita secara rutin setiap bulan, termasuk melihat perubahan berat dan tinggi badan sebagai indikator kesehatan anak.
Selain pengukuran, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan edukasi langsung kepada orang tua terkait pentingnya gizi seimbang, pola asuh, dan pemeriksaan rutin ke Posyandu.
Dinkes Bontang berharap, ke depan partisipasi masyarakat di Posyandu dapat meningkat sehingga ketergantungan pada kegiatan jemput bola dapat berkurang.
“Kalau kehadiran di Posyandu sudah 100 persen, sebenarnya Operasi Timbang tidak perlu lagi. Tapi selama masih ada yang tidak datang, kita harus turun langsung,” tegasnya.
Ia menambahkan, data yang lengkap akan membantu pemerintah merumuskan langkah penanganan stunting yang lebih tepat sasaran di setiap wilayah.
“Kalau datanya sudah lengkap, kita bisa tahu kondisi di lapangan dan menentukan solusi terbaik untuk pencegahan stunting,” pungkasnya. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar