Komisi A Soroti Peluang Kerja Disabilitas di Badak LNG, Train F Disiapkan Aktif 2028
- BERITA DPRD Bontang PARIWARA
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026

INTUISI.id – Komisi A DPRD Kota Bontang melakukan kunjungan lapangan ke PT Badak LNG untuk membahas isu ketenagakerjaan dan pemutusan hubungan kerja (PHK), termasuk rencana penguatan operasional perusahaan ke depan.
Anggota Komisi A DPRD Bontang, Saiful Rizal, menyoroti rencana pengaktifan kembali Train F serta peluang penerapan kebijakan keterlibatan pekerja disabilitas di lingkungan industri.
Ia menyebut, ketentuan mandatori pekerja disabilitas sebesar 1 persen seharusnya dapat dijalankan sebagai bentuk inklusivitas perusahaan.
“Walikota kita bahkan cukup getol. Ada perusahaan yang mengatakan tidak bisa, padahal disabilitas ini hanya menyesuaikan,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya soal regulasi, tetapi juga menyangkut citra perusahaan di mata publik.
“Ini juga terkait citra perusahaan,” tambahnya.
Ia menilai PT Badak LNG memiliki kemampuan untuk menerapkan kebijakan tersebut, terlebih dengan rencana pengembangan operasional ke depan.
“Saya percaya PT Badak care soal ini, apalagi dengan akan dihidupkannya Train F di akhir 2028,” tegasnya.
Sementara itu, Senior Manager Human Capital PT Badak LNG, Ravito Karismael, menjelaskan bahwa pengembangan kapasitas produksi akan dilakukan secara bertahap.
Ia menyebut pada akhir 2028 akan ada penambahan kapasitas melalui masuknya gas North Ganal yang membuat operasional meningkat dari tiga menjadi empat train.
“Terkait penambahan di akhir 2028 kami ada penambahan gas North Ganal sehingga PT Badak diminta menghidupkan kembali train. Saat ini ada 3 train yang beroperasi, ditambah menjadi 4 train di 2028,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan kapasitas tersebut juga membuka peluang penyerapan tenaga kerja baru, termasuk dari masyarakat lokal.
“Harapannya bisa mensupport program pemerintah. Dengan adanya penambahan train, secara operasional kami juga membutuhkan tenaga kerja dari sisi PT Badak,” ujarnya.
Namun ia menegaskan proses rekrutmen tetap dilakukan bertahap dan selektif.
“Tapi pasti ada jeda, tidak bisa sekaligus dan kami harus hati-hati dalam merekrut,” pungkasnya. (AJ)
- person

Saat ini belum ada komentar