Intuisi.id, Mamuju – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat berkolaborasi dengan Satgaswil Densus 88 Antiteror Sulawesi Barat serta Pemuda Lintas Agama Provinsi Sulawesi Barat dalam upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan memanfaatkan desain komunikasi visual berupa spanduk, poster, dan materi kampanye yang dipasang di sejumlah titik strategis, Kamis 5 Maret 2026.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan dini terhadap potensi penyebaran paham yang dapat mengancam persatuan dan stabilitas keamanan di daerah.
Melalui media visual tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif dari berbagai paham yang berpotensi merusak tatanan kehidupan bermasyarakat.
Dalam materi sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa intoleransi dapat merusak kerukunan, memicu perpecahan, dan mengancam persatuan. Sementara radikalisme dapat memecah persatuan, menyebarkan kebencian, serta memicu terjadinya kekerasan di tengah masyarakat.
Selain itu, ekstremisme disebut dapat memicu konflik, merusak persatuan, serta mengancam kedamaian masyarakat. Adapun terorisme dinilai sebagai tindakan yang menimbulkan ketakutan, merusak persatuan, dan mengancam keselamatan masyarakat.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Barat Darwis Damir menyampaikan bahwa upaya pencegahan terhadap paham radikal membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan generasi muda.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkuat kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menolak paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme demi menjaga stabilitas dan kedamaian di Sulawesi Barat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sosialisasi dan kolaborasi tersebut juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, serta merupakan bagian dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kesbangpol dalam melakukan upaya cegah dini serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan keagamaan di daerah.
Ia menambahkan, pemanfaatan desain komunikasi visual dinilai efektif sebagai sarana edukasi publik karena pesan yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Keterlibatan Pemuda Lintas Agama Provinsi Sulawesi Barat juga menjadi bagian penting dalam memperkuat semangat toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Para pemuda dari berbagai latar belakang agama turut berperan aktif menyampaikan pesan perdamaian serta mengajak masyarakat menjaga kerukunan antarumat beragama.
Sementara itu, pihak Satgaswil Densus 88 Antiteror Sulawesi Barat menekankan pentingnya edukasi dan literasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif yang berpotensi memecah belah persatuan.
“Pencegahan menjadi kunci utama. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengenali dan menolak berbagai bentuk penyebaran paham radikal,” jelasnya.
Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka untuk membangun kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta pemuda lintas agama, demi terciptanya sinergi yang kuat dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan daerah yang aman dan harmonis.
Kampanye ini juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam menjaga persatuan dengan pesan utama:
“Bersama Kita Tolak Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme Demi Sulawesi Barat yang Damai.” (*)





