Kasus Miras Oplosan di Kalangan Pelajar, DPRD Minta Pengawasan Diperkuat
- BERITA DPRD Bontang PARIWARA
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026

INTUISI.id – Fenomena remaja yang terlibat konsumsi minuman keras oplosan di Kelurahan Tanjung Laut menjadi perhatian serius DPRD Kota Bontang. Pengawasan berbasis lingkungan dinilai menjadi kunci untuk mencegah kasus serupa terulang.
Sorotan ini muncul setelah patroli gabungan pada Sabtu (2/5/2026) malam menemukan sejumlah remaja, yang sebagian masih berstatus pelajar, berkeliaran hingga larut malam sambil mengonsumsi minuman berbahaya hasil racikan sendiri. Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan botol minuman keras serta campuran sirup obat batuk yang digunakan sebagai bahan oplosan.
Patroli tersebut melibatkan unsur FKPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta aparat kelurahan dengan menyasar sejumlah titik rawan, seperti warung dan area yang menyediakan fasilitas WiFi gratis.
Wakil Ketua Komisi A DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, menilai penanganan persoalan ini tidak cukup hanya melalui razia atau penertiban semata. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mengawasi aktivitas remaja.
“Kalau hanya mengandalkan patroli, hasilnya tidak akan maksimal. Pengawasan dari keluarga dan lingkungan sekitar justru menjadi kunci agar anak-anak tidak terlibat aktivitas berisiko,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, kebiasaan remaja yang berkeliaran hingga larut malam menunjukkan masih lemahnya kontrol sosial, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Orang tua harus lebih peduli terhadap aktivitas anak di luar rumah. Jangan sampai mereka bebas keluar malam tanpa pengawasan yang jelas,” tambahnya.
Meski demikian, ia tetap mendorong aparat untuk meningkatkan intensitas patroli sebagai langkah pencegahan di titik-titik yang selama ini menjadi tempat berkumpul remaja.
Selain itu, Ubayya juga mengusulkan agar aturan jam belajar malam kembali diaktifkan guna membentuk kebiasaan yang lebih positif bagi pelajar.
“Perlu ada penguatan kembali aturan jam belajar malam agar anak-anak memiliki rutinitas yang jelas dan tidak menghabiskan waktu di luar tanpa pengawasan,” jelasnya.
Ia menegaskan, persoalan ini harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga berpotensi memicu perilaku menyimpang di kalangan remaja.
“Ini bukan sekadar kenakalan remaja. Kalau tidak ditangani bersama, dampaknya bisa lebih luas terhadap masa depan mereka,” pungkasnya. (AJ)
- person

Saat ini belum ada komentar