Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Gubernur Sulbar Galakkan Gerakan Literasi, Pelajar Wajib Habiskan Baca 20 Buku Sebagai Syarat Kelulusan

Gubernur Sulbar Galakkan Gerakan Literasi, Pelajar Wajib Habiskan Baca 20 Buku Sebagai Syarat Kelulusan

INTUISI.ID, Mamuju – Pemprov Sulbar secara resmi mencanangkan Gerakan Peningkatan Literasi Masyarakat guna meningkatkan indeks literasi di daerah. Langkah ini diperkuat melalui surat edaran Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) kepada seluruh kepala daerah, perangkat daerah, dan instansi vertikal se-Sulawesi Barat.

Dalam surat bernomor 000.4.14.1/174//11/2025, tertanggal 5 Juli 2025, Gubernur Sulbar Suhardi Duka menekankan pentingnya pengembangan budaya membaca sebagai bagian dari pembangunan kecerdasan bangsa, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.

Salah satu poin utama dari instruksi tersebut adalah kewajiban bagi siswa SMA/SMK sederajat untuk membaca minimal 20 judul buku selama masa studi mereka sebagai bagian dari pembinaan literasi sekaligus syarat kelulusan.

Menariknya, dua buku wajib yang harus dibaca adalah buku tentang Andi Depu dan Baharuddin Lopa, dua tokoh asal Sulawesi Barat yang telah mengukir sejarah penting bagi bangsa.

Tak hanya di lingkungan sekolah, Gubernur juga menginstruksikan seluruh instansi pemerintah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyediakan Pojok Baca atau Perpustakaan Mini. Pengelolaannya dilakukan oleh masing-masing instansi sebagai upaya menumbuhkan budaya literasi di tempat kerja.

Selain itu, sekolah-sekolah dari jenjang SD hingga SMA/SMK dan madrasah diinstruksikan untuk mengatur kunjungan rutin ke perpustakaan minimal sekali seminggu bagi para siswa. Pemerintah daerah diminta memastikan bahwa setiap sekolah memiliki perpustakaan yang layak dengan koleksi buku yang beragam, tidak terbatas pada buku paket saja.

Untuk mendukung gerakan ini, Gubernur Sulbar Suhardi Duka juga membuka ruang penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2023, guna menunjang sarana dan prasarana perpustakaan.

Di akhir suratnya, Gubernur Sulbar menegaskan perlunya menyiapkan tenaga pengelola Pojok Baca dan perpustakaan sekolah, sebagai bagian dari sistem pendukung literasi yang berkelanjutan.

Gerakan ini menjadi salah satu upaya nyata Pemprov Sulbar dalam membangun generasi literat sebagai fondasi pembangunan daerah menuju Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera. (ADV)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Kenaikan Harga Ikan Akibat Cuaca Buruk, Inflasi Sulbar Masih Stabil

    Kenaikan Harga Ikan Akibat Cuaca Buruk, Inflasi Sulbar Masih Stabil

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Provinsi Sulawesi Barat mencatatkan inflasi sebesar 0,33 persen secara bulanan (month-to-month) pada September 2024. Secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 2,05 persen, masih berada di bawah batas maksimal inflasi nasional yang ditetapkan sebesar 3,50 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (year-to-date) mencapai 0,79 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat, Tina Wahyufitri, […]

  • Sosialisasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Amir: Bisa Jadi Panduan Inspirasi Desa

    Sosialisasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Amir: Bisa Jadi Panduan Inspirasi Desa

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi Sulawesi Barat, Amir, membuka secara resmi acara Sosialisasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) di ruang pola Kantor Bupati Kabupaten Majene pada Kamis, 10 Oktober 2024. Acara tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Andi Irma, Kepala Bidang […]

  • Tingkatkan Tanggap Darurat, Sutinah Pastikan Tiap Desa di Mamuju Punya Ambulans

    Tingkatkan Tanggap Darurat, Sutinah Pastikan Tiap Desa di Mamuju Punya Ambulans

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Pemerintah Kabupaten Mamuju dibawa kepemimpinan Sutinah Suhardi terus berupaya meningkatkan akses layanan kesehatan untuk masyarakat. Selain BPJS Kesehatan gratis yang telah mengcover 98 persen masyarakat Kabupaten Mamuju melalui alokasi anggaran dari APBD Mamuju rata-rata Rp60 miliar setiap tahunnya., program satu Desa satu Ambulance juga terus juga terus digalakkan dibawa kepemimpinan Sutinah Suhardi […]

  • Peningkatan Sektor Kesehatan, Sutinah Janjikan Layanan Lebih Optimal

    Peningkatan Sektor Kesehatan, Sutinah Janjikan Layanan Lebih Optimal

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Bupati Mamuju, Dr. Hj. Sitti Sutinah Suhardi, menegaskan bahwa performa baik sektor kesehatan telah menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah Kabupaten Mamuju. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Kabupaten Mamuju yang digelar di Lapangan Ahmad Kirang, Senin (2/12). Didampingi Bupati Mamuju […]

  • Sambut Hari Jadi Polwan Ke-76, Polresta Mamuju Ziarah ke TMP Pati’di

    Sambut Hari Jadi Polwan Ke-76, Polresta Mamuju Ziarah ke TMP Pati’di

    • 0Komentar

    INTUISI.ID – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Polisi Wanita (Polwan) ke-76, seluruh personel Polwan Polresta Mamuju melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Pati’di, Mamuju. Kegiatan ziarah dan tabur bunga di makam pahlawan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi negara. Dalam suasana yang penuh haru, para […]

  • Pemkot Bontang Optimalkan Bantuan Pendidikan, KBP Dialihkan ke Skema Langsung

    Pemkot Bontang Optimalkan Bantuan Pendidikan, KBP Dialihkan ke Skema Langsung

    • 0Komentar

    Intuisi.id – Pemerintah Bontang melakukan penyesuaian kebijakan pada program Kartu Bontang Pintar (KBP) dengan mengalihkan skema pelaksanaannya menjadi bantuan langsung kepada siswa. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penyaluran anggaran pendidikan. Wali Kota Neni Moerniaeni menjelaskan, perubahan skema tersebut merupakan hasil evaluasi agar tidak terjadi duplikasi anggaran dengan program bantuan pendidikan lainnya yang sudah berjalan. […]