Ikuti Kami

Beranda » BERITA » DPRD Bontang Soroti Tingginya SILPA OPD, Dinilai Picu Risiko Fiskal Daerah

DPRD Bontang Soroti Tingginya SILPA OPD, Dinilai Picu Risiko Fiskal Daerah

INTUISI.id – DPRD Kota Bontang menyoroti tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai berpotensi menimbulkan risiko fiskal di tengah proyeksi pengetatan APBD tahun 2027.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Bontang, Ubayya Bengawan, menilai efisiensi dan ketepatan perencanaan anggaran harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar pengelolaan keuangan lebih efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, sebagian besar SILPA justru berasal dari belanja rutin internal OPD seperti administrasi dan belanja pegawai. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan bahwa proses penyusunan anggaran belum sepenuhnya berbasis kebutuhan riil dan capaian kinerja.

“Kalau dilihat, porsi terbesar SILPA itu berasal dari kegiatan rutin internal OPD. Ini menunjukkan ada masalah pada tahap perencanaan yang harus dibenahi,” ujarnya usai rapat kerja bersama sejumlah OPD di Kantor BPKAD Bontang, Sabtu (9/5/2026) beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, rendahnya realisasi anggaran bukan sekadar persoalan teknis penyerapan, tetapi juga berdampak terhadap efektivitas pelayanan publik. Program yang tidak berjalan maksimal dinilai dapat mengurangi manfaat anggaran bagi masyarakat.

Selain itu, anggaran yang tidak terserap pada akhirnya kembali menjadi beban fiskal daerah di tahun berikutnya, terutama di tengah potensi menurunnya kapasitas APBD Kota Bontang.

Ubayya mengungkapkan, proyeksi APBD Bontang tahun 2027 diperkirakan mengalami penurunan hingga sekitar Rp1,5 triliun apabila tanpa dukungan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Kalau ada bantuan keuangan provinsi mungkin sekitar Rp1,7 triliun, tapi tanpa itu bisa turun ke Rp1,5 triliun. Artinya ruang fiskal kita makin sempit,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, DPRD menilai pemerintah daerah perlu lebih selektif dalam menyusun program dan kegiatan. Terlebih, sebagian anggaran daerah juga harus dialokasikan untuk belanja wajib seperti pendidikan, infrastruktur, dan belanja pegawai yang nilainya terus meningkat.

Karena itu, OPD diminta mulai menerapkan prinsip realistis dalam penyusunan anggaran, termasuk menghindari pengalokasian dana untuk program yang sejak awal diperkirakan sulit direalisasikan.

“Perencanaan harus realistis. Kalau kegiatan tidak bisa dieksekusi dengan baik, jangan dipaksakan untuk dianggarkan,” tegasnya. (AJ)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin Gelar Jalan Sehat dan Pantau Pasar di Polman

    Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin Gelar Jalan Sehat dan Pantau Pasar di Polman

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Polman – Pj Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov dan Pemkab Polewali Mandar menggelar jalan sehat di Polewali Mandar, Rabu (8/1/2025). Kegiatan ini sekaligus dimanfaatkan untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Polewali Mandar. Menurut Bahtiar, harga sejumlah komoditas di pasar masih cukup stabil dengan pasokan yang […]

  • Mobil Donor Darah Baru Permudah Warga Bontang Berbagi Harapan Hidup

    Mobil Donor Darah Baru Permudah Warga Bontang Berbagi Harapan Hidup

    • 0Komentar

    Intuisi.id – Akses masyarakat untuk mendonorkan darah di Kota Bontang kini semakin mudah. Melalui kolaborasi PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bontang, sebuah mobil unit donor darah resmi dihadirkan untuk menjangkau lebih banyak warga. Hadirnya mobil unit ini menjadi angin segar, khususnya bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses lokasi […]

  • Sekprov Sulbar Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas BPBD: Fokus Pada Pemahaman dan Kesiapsiagaan

    Sekprov Sulbar Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Petugas BPBD: Fokus Pada Pemahaman dan Kesiapsiagaan

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Sekretaris Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris, resmi membuka kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas petugas Penanggulangan Bencana Tahap III yang diselenggarakan di Hotel Maleo Mamuju, pada Kamis, 22 Agustus 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar serta sejumlah tamu undangan lainnya. Dalam sambutannya, Idris menekankan pentingnya pelatihan ini, […]

  • Di Forum RKPD 2027, Gubernur Sulbar Kenang Almarhum Wagub Salim S. Mengga

    Di Forum RKPD 2027, Gubernur Sulbar Kenang Almarhum Wagub Salim S. Mengga

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, mengenang almarhum Wakil Gubernur Sulbar Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 9 Februari 2026. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Suhardi Duka mengajak seluruh jajaran pemerintah […]

  • Suhadi Kandoa Bahas Tapal Batas Gandang Dewata dengan Kepala BKSDA Sulsel

    Suhadi Kandoa Bahas Tapal Batas Gandang Dewata dengan Kepala BKSDA Sulsel

    • 0Komentar

    INTUISI.ID – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat dari Fraksi PKB, Suhadi Kandoa’, bertemu dengan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Selatan, Hasnawir, S.Hut., M.Sc., Ph.D., untuk membahas dinamika yang tengah berkembang di masyarakat Desa Taupe, Kecamatan Mamasa, terkait tapal batas kawasan hutan Taman Nasional Gandang Dewata. Dalam pertemuan tersebut, Suhadi menyampaikan keresahan […]

  • Syahrul Sukardi Tegaskan Pentingnya Pemimpin Berintegritas di Kampanye SDK-JSM

    Syahrul Sukardi Tegaskan Pentingnya Pemimpin Berintegritas di Kampanye SDK-JSM

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, MM (SDK) dan Mayjen (Purn) Salim Mengga (JSM), yang diusung oleh Koalisi Sulbar Maju dengan nomor urut 3, melanjutkan kampanye terbatas di Desa Batuparugi, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Kamis (10/10/2024). Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti anggota DPRD […]

expand_less