Cuma Kirim Satu Atlet karena Anggaran Terbatas, Sulbar Justru Pulang dengan Medali Emas
- BERITA Olahraga Pemerintahan
- calendar_month 1 jam yang lalu

Intuisi.id, Mamuju – Sulawesi Barat sebenarnya menyimpan banyak potensi atlet lokal yang layak diberangkatkan.
Tapi karena keterbatasan anggaran, kontingen Sulbar tahun ini hanya bisa mengirim satu perwakilan ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik U16, U18, U20, dan Open U18 2026 di Stadion Atletik Gelora Rawamangun, DKI Jakarta, 27–30 Juni 2026.
Satu-satunya wakil itu, Ainul Yaqin, justru pulang membawa medali emas dari nomor jalan cepat 10.000 meter kategori U20, dengan waktu terbaik 48 menit 51 detik.
Manajer sekaligus Pelatih Kontingen Sulbar, Mansur, menyebut hasil ini sebagai buah dari kerja keras Ainul selama masa latihan.
“Alhamdulillah, Ainul Yaqin berhasil meraih medali emas. Ini merupakan hasil kerja keras selama menjalani latihan. Setelah Kejurnas ini, kami akan mempersiapkannya menghadapi Kejurnas Senior pada September 2026 dan selanjutnya menuju Pra PON 2027,” katanya.
Mansur, yang juga menjabat sebagai Pejabat Analis Publik di Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Sulbar, berterima kasih atas dukungan Dispoparekraf dan semua pihak yang terlibat dalam pembinaan Ainul.
Ia berharap satu medali emas ini bisa memacu semangat atlet dari cabang olahraga lain di Sulbar, meski keterbatasan anggaran masih jadi kendala nyata dalam mengirim lebih banyak atlet ke ajang nasional.
Kepala Dispoparekraf Sulbar, Bau Akram Dai, menyebut prestasi ini sebagai bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak selalu jadi penghalang untuk berprestasi di level nasional.
“Saya atas nama Dispoparekraf Sulbar mengucapkan selamat dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada Ainul Yaqin. Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan anggaran bukan hambatan untuk berprestasi,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Ia berharap semangat juang Ainul bisa jadi teladan bagi atlet-atlet lain di Sulbar.
Kejurnas ini dibuka resmi oleh Ketua Umum PB PASI, Binsar Luhut Panjaitan, dan dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, sebagai bagian dari program pembinaan atlet muda menuju level dunia. (*/Zk)
- person

Saat ini belum ada komentar