Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Dinkes Bontang Dampingi 20 Ibu Risiko Tinggi

Cegah Stunting Sejak Kehamilan, Dinkes Bontang Dampingi 20 Ibu Risiko Tinggi

INTUISI.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang memperkuat upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Sebanyak 20 ibu hamil dengan kategori risiko tinggi mendapat pendampingan melalui program Pelangi Bunda yang terintegrasi dengan Gerobak Emas dan didukung program Akar Ranting.

Program tersebut diluncurkan Dinkes Bontang bersama CSR PT Badak NGL di Puskesmas Bontang Selatan 2. Kepala Dinkes Kota Bontang, drg. Toetoek Pribadi Ekowati, membuka langsung kegiatan tersebut.

Pendampingan ibu hamil risiko tinggi menjadi perhatian karena kondisi kesehatan dan status gizi ibu selama kehamilan turut memengaruhi pertumbuhan serta kesehatan bayi sejak dalam kandungan.

Toetoek mengatakan pencegahan stunting tidak cukup dilakukan setelah anak lahir. Intervensi perlu dimulai sejak masa kehamilan dengan memastikan kondisi ibu dan janin terus dipantau.

“Pendampingan komprehensif ini dirancang untuk memastikan ibu dan janin dalam kondisi aman hingga proses persalinan. Harapan besar kita, kolaborasi ini dapat secara signifikan menurunkan risiko komplikasi kehamilan, meningkatkan status gizi ibu dan bayi, serta mencegah terjadinya stunting sejak dalam kandungan,” ujar Toetoek.

Melalui integrasi Pelangi Bunda, Gerobak Emas dan Akar Ranting, para ibu hamil risiko tinggi mendapatkan pendampingan kesehatan secara lebih intensif dan komprehensif.

Pendampingan diarahkan pada pemantauan kondisi kehamilan, perhatian terhadap status gizi serta pengawalan kesehatan ibu dan janin hingga proses persalinan.

Menurut Toetoek, penanganan kehamilan risiko tinggi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, Dinkes Bontang menggandeng CSR PT Badak NGL serta unsur pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Masalah kesehatan ibu dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan dan masyarakat sangat penting agar pendampingan dapat berjalan secara berkelanjutan,” katanya.

Camat Bontang Selatan, Lurah Berbas Tengah, perwakilan manajemen CSR PT Badak NGL, tenaga medis dan kader kesehatan turut hadir dalam peluncuran program tersebut.

Dukungan hingga tingkat wilayah diharapkan memastikan ibu hamil penerima manfaat tidak hanya mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga pengawalan di lingkungan tempat tinggalnya.

Bagi Dinkes Bontang, intervensi sejak kehamilan menjadi bagian penting dalam memutus risiko stunting dari hulu. Kondisi ibu, kecukupan gizi dan kesehatan janin menjadi perhatian sebelum bayi memasuki fase tumbuh kembang setelah lahir.

Toetoek berharap program tersebut memberikan dampak nyata terhadap kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat pencegahan stunting di Kota Bontang.

“Kita ingin memastikan ibu dan bayi mendapatkan pendampingan yang baik sejak kehamilan, sehingga dapat lahir generasi Bontang yang sehat dan berkualitas,” pungkas Toetoek. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

expand_less