Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Bapperida Sulbar Siapkan Pengembangan 20 Desa Transmigrasi Berbasis Produk Unggulan

Bapperida Sulbar Siapkan Pengembangan 20 Desa Transmigrasi Berbasis Produk Unggulan

Intuisi.id, Mamuju – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data guna mendorong pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif dan berdaya saing.

Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi visi pembangunan Panca Daya yang diusung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga dalam mewujudkan Sulawesi Barat yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Komitmen itu disampaikan Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, saat menghadiri Rapat Koordinasi Kawasan Transmigrasi Berbasis Produk Unggulan yang diselenggarakan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju, Rabu (10/6/2026).

Menurut Amujib, kawasan transmigrasi memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah karena tidak hanya berfungsi sebagai kawasan permukiman, tetapi juga sebagai sentra produksi, pengembangan komoditas unggulan, serta pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sulawesi Barat memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain karena seluruh kabupaten memiliki kawasan transmigrasi. Potensi ini harus dikelola melalui perencanaan berbasis data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga pembangunan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan kawasan transmigrasi sangat selaras dengan arah pembangunan Panca Daya, terutama dalam upaya meningkatkan daya saing ekonomi daerah, memperkuat ketahanan pangan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Karena itu, penyusunan kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi harus didukung data yang komprehensif, mulai dari kondisi sosial ekonomi masyarakat, potensi wilayah, komoditas unggulan, hingga ketersediaan infrastruktur dasar.

Dengan pendekatan berbasis data tersebut, pemerintah dapat menentukan prioritas pembangunan secara lebih tepat sehingga setiap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Amujib juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan kawasan transmigrasi. Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu perangkat daerah saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar program yang dijalankan saling mendukung dan memberikan hasil yang optimal.

“Bapperida mendorong pengembangan kawasan transmigrasi dilakukan secara terintegrasi melalui kolaborasi lintas perangkat daerah. Dengan begitu, program pembangunan akan lebih efisien, terarah, dan mampu memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Dalam rapat koordinasi tersebut, dibahas rencana pengembangan 20 desa kawasan transmigrasi berbasis produk unggulan melalui optimalisasi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pemetaan potensi wilayah dan komoditas unggulan berbasis spasial pada kawasan seluas 50 hingga 200 hektare sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih terukur dan terintegrasi.

Bagi Bapperida Sulbar, langkah tersebut merupakan implementasi nyata pembangunan berbasis bukti (evidence-based planning), di mana data menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan, prioritas program, serta alokasi sumber daya pembangunan.

Pengembangan kawasan transmigrasi berbasis produk unggulan diharapkan mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Sulawesi Barat, memperkuat ketahanan pangan daerah, mengurangi kesenjangan antarwilayah, serta mendorong pemerataan pembangunan.

Melalui strategi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat optimistis kawasan transmigrasi dapat menjadi salah satu motor penggerak pembangunan daerah sekaligus mendukung percepatan pencapaian visi Panca Daya yang diusung Gubernur Suhardi Duka untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat Sulawesi Barat. (ADV)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah. (Foto : Him)

    Soal Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Samarinda, Begini Harapan Andriansyah

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, SAMARINDA – Pengolahan sampah di Kota Samarinda selalu menjadi sorotan masyarakat. Berbagai upaya telah di lakukan oleh pemerintah setempat untuk mengatasi permasalahan yang menjadi salah satu penyebab bencana alam tahunan di Kota Samarinda, seperti masalah pengelolaan sampah rumah tangga yang menjadi perhatian serius. Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Muhammad Andriansyah, […]

  • Pemkot Bontang Dorong Donor Darah Jadi Gaya Hidup, 150 Pendonor Dapat Penghargaan

    Pemkot Bontang Dorong Donor Darah Jadi Gaya Hidup, 150 Pendonor Dapat Penghargaan

    • 0Komentar

    INTUISI.id – Pemerintah Kota Bontang mendorong masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sekaligus bentuk kepedulian terhadap sesama. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan darah bagi warga yang sewaktu-waktu membutuhkan transfusi. Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, saat membuka Peringatan Hari Donor Darah Sedunia 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Bakti Dokter […]

  • Hadiri FGD RAPI, Dinsos Sulbar Tegaskan Komitmen Perkuat Peran dalam Penanganan Pasca Bencana

    Hadiri FGD RAPI, Dinsos Sulbar Tegaskan Komitmen Perkuat Peran dalam Penanganan Pasca Bencana

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat (Dinsos Sulbar) turut serta dalam kegiatan Focus Discussion Group (FGD) yang digelar Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah 34 Sulbar dengan tema “Adaptive Capacity, Collective Action dalam Mitigasi Pasca Bencana di Kabupaten Mamuju”. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 25 November 2025, di Aula Marasa Corner, Kompleks Kantor […]

  • Biografi Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Modern

    Biografi Ibnu Sina: Bapak Kedokteran Modern dan Filsuf Terkenal dari Bukhara

    • 0Komentar

    INTUISI.ID – Ibnu Sina, atau dikenal sebagai Avicenna di dunia Barat, lahir pada tahun 980 M di Afsyahnah, sebuah desa kecil dekat Bukhara, kini bagian dari Uzbekistan. Awal Kehidupan dan Pendidikan Ibnu Sina Nama lengkapnya adalah Abu Ali al-Husayn ibn Abdallah ibn Sina. Ia lahir dari keluarga terdidik; ayahnya, Abdullah, adalah seorang sarjana yang bekerja […]

  • Jembatan Informasi Pemerintah dan Masyarakat, Pemkab Mamasa Apresiasi Senter KIM Pemprov Sulbar

    Jembatan Informasi Pemerintah dan Masyarakat, Pemkab Mamasa Apresiasi Senter KIM Pemprov Sulbar

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamasa – Dinas Komunikasi Informatika Persandian Statistik (Diskominfo) Pemprov Sulbar terus menggencarkan literasi digital melalui program Sekolah Internet Komunitas Informasi Masyarakat (Senter KIM), di Kabupaten Mamasa, Kamis 28 Agustus 2025 Sekolah Internet KIM merupakan upaya mendorong komunitas yang lahir dari tengah masyarakat untuk lebih melek terhadap penggunaan teknologi komunikasi. Keberadaan KIM sangatlah penting sebagai […]

  • Tokoh Lebani Apresiasi Program Kesehatan Sutinah

    Tokoh Lebani Apresiasi Program Kesehatan Sutinah

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Calon Bupati Mamuju nomor urut 1, Dr. H. Sitti Sutinah Suhardi, melanjutkan kampanye terbatasnya di Dusun Lebani Selatan, Desa Lebani, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kampanye ini dihadiri oleh ratusan warga dan didukung oleh Koalisi Mamuju Keren, termasuk anggota DPRD Kabupaten Mamuju dari Partai Nasdem, Muhammad Hairul Muzakkir, dan Nasaruddin […]

expand_less