Bapperida Sulbar Gelar E-Learning Bersama BI, Dorong Penguatan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
- BERITA Pemerintahan
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026

Intuisi.id, Mamuju – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat menggelar kegiatan E-Learning bertema “Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan Kinerja UMKM terhadap Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Sulbar”, Sabtu, 21 Februari 2026, secara daring.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Amujib dan jajarannya serta Bappeda kabupaten se-Sulawesi Barat sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas perencana daerah dalam memahami dinamika ekonomi dan strategi pengembangan UMKM.
Hadir sebagai narasumber, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Eka Putra Budi Nugroho, yang memaparkan mandat dan kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Dalam pemaparannya, Eka menjelaskan bahwa Bank Indonesia memiliki tiga tugas utama, yakni menjaga stabilitas nilai rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, serta menjaga stabilitas sistem keuangan melalui bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.
“Stabilitas harga merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Karena itu pengendalian inflasi, baik inflasi inti, volatile food, maupun administered prices harus menjadi perhatian bersama,” jelas Eka Putra Budi Nugroho.
Ia juga menekankan pentingnya kebijakan makroprudensial dalam mendorong penyaluran kredit, menjaga ketahanan sistem keuangan, serta memperluas akses keuangan inklusif dan keuangan hijau.
Dari sisi kinerja ekonomi daerah, perekonomian Sulawesi Barat pada triwulan IV tahun 2025 tercatat tumbuh sekitar 6,5 persen (year on year), lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Sementara pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Sulbar diproyeksikan berada pada kisaran 5,0 hingga 6,1 persen.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh sejumlah sektor utama, seperti pertanian, industri pengolahan, perdagangan, serta proyek konstruksi pemerintah.
Dalam konteks pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Bank Indonesia menerapkan strategi korporatisasi dan peningkatan kapasitas usaha melalui dua pendekatan utama, yakni pull strategy yang berbasis kebutuhan pasar dan push strategy melalui fasilitasi sertifikasi serta peningkatan kualitas produk.
Selain itu, BI juga memberikan dukungan melalui penguatan akses pembiayaan, peningkatan literasi keuangan, serta pengembangan klaster pangan strategis untuk membantu pengendalian inflasi daerah.
Bank Indonesia juga terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran dan pengembangan ekonomi serta keuangan syariah, termasuk program sertifikasi halal gratis bagi UMKM yang dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hingga empat bulan.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di Sulawesi Barat.
Diskusi dalam kegiatan E-Learning ini berlangsung interaktif. Para peserta mengajukan berbagai pertanyaan terkait tantangan inflasi pangan, pengembangan sektor perikanan dan unggas, hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kakao, dan kopi, hingga pentingnya pembangunan industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah.
Melalui kegiatan ini, Bapperida Provinsi Sulawesi Barat berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia semakin kuat dalam mendorong pengembangan UMKM serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (ADV)
- person

Saat ini belum ada komentar