Pj Bahtiar di Pasangkayu: Siasati Pemangkasan Anggaran, ASN dan Warga Didorong Bertani
- BERITA PARIWARA Pemerintahan
- calendar_month Kamis, 13 Feb 2025

INTUISI.ID, Pasangkayu – Pemerintah pusat telah menginstruksikan pemangkasan anggaran, baik dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja.
Kebijakan ini memaksa daerah untuk melakukan inovasi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk di Sulawesi Barat (Sulbar).
Menanggapi hal tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Dr. Bahtiar Baharuddin, mendorong masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memanfaatkan lahan kosong dengan bercocok tanam.
Hal ini ia sampaikan dalam kunjungannya ke Kabupaten Pasangkayu, Rabu (12/2/2025), dalam acara silaturahmi bersama Wakil Bupati Pasangkayu Hj. Erny Agus, Sekda Pasangkayu, dan sejumlah pejabat Pemprov Sulbar serta Pemda Pasangkayu.
“Ayo ambil cangkul! Jangan malu-malu. Sejak dulu, saya selalu mendorong ASN dan warga untuk memanfaatkan lahan kosong guna pengembangan hortikultura dan perikanan,” ujar Bahtiar.
Turut hadir dalam kegiatan ini Asisten Bidang Ekbang yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar Suyuti Marzuki, Kepala Inspektorat M. Natsir, Kadis Pendidikan Mifhtar, Kadis Ketahanan Pangan Abd. Waris, Kepala Kesbangpol Herdin, Kadis Perkim Syahruddin, Kadis Kominfopers Mustari Mula, Plt. Kepala Satpol PP Akhsan, Kadishub Maddareski, Kadis KLH H. Zulkifli, serta Sekretaris KPU Sulbar.
Wakil Bupati Pasangkayu, Hj. Erny Agus, menuturkan bahwa sebagai daerah yang bergantung pada sektor kelapa sawit, Pasangkayu perlu mencari strategi baru dalam menghadapi pemangkasan anggaran.
“Kami dipaksa untuk berinovasi dalam meningkatkan PAD, sementara sumber utama kami adalah kelapa sawit. Kita tahu berapa besar Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat untuk daerah,” ungkapnya.
Erny berharap Pj Bahtiar yang juga menjabat sebagai Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri dapat membantu Pemda Pasangkayu dalam menarik investasi dan menciptakan inovasi ekonomi baru.
“Kami butuh tangan dingin bapak untuk membantu mendatangkan investasi. Kami tahu bapak memiliki kreativitas dalam meningkatkan PAD, seperti yang telah dilakukan di berbagai daerah. Terima kasih atas inovasi dan dukungan yang bapak berikan, termasuk pengembangan pisang Cavendish yang akan kita tanam besok,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Pj Gubernur Bahtiar menegaskan bahwa meskipun masa tugasnya hanya hingga 20 Februari 2025, ia tetap berkomitmen membantu Sulbar. Salah satu solusi yang ia tawarkan adalah dengan mendorong pembangunan green house di setiap kecamatan sebagai pusat pembibitan hortikultura.
“Usulkan green house per kecamatan. Biayanya murah, hanya sekitar Rp200 jutaan. Dari situ, kita bisa produksi bibit dan membagikannya secara gratis kepada masyarakat,” jelas Bahtiar.
Ia juga menekankan bahwa dengan menanam cabai secara massal, masyarakat bisa memperoleh pendapatan tambahan.
“Jika menanam 5.000 pohon cabai, penghasilan bisa mencapai Rp6 juta per bulan. Kalau 2.000 pohon, sekitar Rp3 jutaan per bulan,” ujarnya, merujuk pada keberhasilan petani cabai di Enrekang, Sulawesi Selatan.
Menurutnya, jika Pasangkayu mampu meningkatkan produksi cabai, hal ini akan membantu mengendalikan inflasi di Sulbar, mengingat saat ini pasokan cabai di daerah tersebut masih bergantung dari Enrekang dan Toraja.
Selain cabai, Bahtiar juga mendorong budidaya pisang Cavendish yang mulai diminati di Pasangkayu.
“Minggu lalu saya panen Cavendish di belakang rumah jabatan. Hanya 14 pohon, tapi jika dijual harganya bisa mencapai Rp16 juta. Ini membuktikan bahwa tanah Sulbar sangat subur dan bisa dimanfaatkan untuk pertanian produktif,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar juga menanggapi rencana pembangunan Kawasan Industri di Kecamatan Tikke, Pasangkayu. Menurutnya, kawasan industri ini akan menjadi magnet bagi investor dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bu Wabup, setelah pelantikan nanti, silakan datang ke kantor saya di Kemendagri. Kita bahas lebih lanjut, dan saya akan membantu mengajak kementerian lain untuk ikut serta dalam pengembangannya,” pungkasnya.
Dengan berbagai strategi yang diterapkan, Bahtiar optimistis bahwa Sulbar, khususnya Pasangkayu, mampu menghadapi tantangan pemangkasan anggaran dengan solusi kreatif dan inovatif. (ADV)
- person

Saat ini belum ada komentar