Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Dinsos Bontang Upayakan Bantuan Sosial Warga Miskin, dr Toetoek: Negara Wajib Hadir

Dinsos Bontang Upayakan Bantuan Sosial Warga Miskin, dr Toetoek: Negara Wajib Hadir

INTUISI.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bontang terus melakukan berbagai upaya pengentasan kemiskinan guna memastikan stabilitas kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinsos Kota Bontang, dr Toetoek Pribadi mengungkapkan masih ada masyarakat yang belum bisa masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“DTKS yang menjadi acuan utama penerima bantuan sosial dari pemerintah pusat,” ujarnya saat dikonfirmasi Intuisi.id melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (21/9/2024).

“Jika belum terdata, akibatnya masyarakat kategori miskin tidak bisa menerima bantuan dari Kementerian Sosial,” tambah dr Toetoek.

Hal ini disebabkan oleh ketetapan pemerintah yang mengatur tentang kriteria penerima bantuan sosial dalam Permensos No. 262/HUK/2022.

“Tidak sepenuhnya cocok dengan kondisi lokal. Kriteria tersebut berlaku nasional, belum mempertimbangkan perbedaan tingkat biaya hidup di Bontang,” ungkapnya.

Menurutnya, biaya hidup di Bontang jauh lebih tinggi dibandingkan daerah-daerah lain, terutama jika dibandingkan dengan Pulau Jawa.

“Contohnya, UMR di Bontang lebih tinggi dibandingkan banyak daerah di Jawa, tetapi biaya hidup di sini juga lebih besar. Oleh karena itu, kriteria nasional ini tidak dapat diterapkan begitu saja di Bontang. Kami memerlukan kriteriaT kemiskinan yang lebih sesuai dengan kondisi lokal,” jelasnya.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Dinsos Bontang telah berkonsultasi dengan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial.

Dari hasil pertemuan tersebut, disimpulkan bahwa Dinsos Bontang dapat berinovasi dalam menyusun kriteria kemiskinan lokal sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Setelah berkonsultasi, kami mendapatkan izin untuk berinovasi dengan membuat kriteria kemiskinan daerah. Di Bontang, kriteria tersebut telah disusun dan sudah ada Surat Keputusan (SK) Walikota,” kata dr Toetoek.

SK Walikota yang diterbitkan pada Agustus lalu memungkinkan masyarakat miskin yang tidak tercatat di DTKS untuk tetap mendapatkan bantuan melalui APBD.

“Ini merupakan langkah penting, karena pemerintah daerah bertanggung jawab dalam pengentasan kemiskinan, terutama bagi mereka yang tidak terdaftar dalam data pusat,” tambahnya.

Dinsos Bontang memastikan bahwa seluruh masyarakat miskin, baik yang terdata di DTKS maupun yang tidak, tetap akan mendapat bantuan yang dibutuhkan.

Kesadaraan atas kondisi ini tertuang dalam Pasal 34 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi ‘fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara’.

“Pengentasan kemiskinan adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah. Kami wajib hadir untuk warga miskin, sesuai dengan amanat konstitusi,” tegas dr Toetoek.

Ia juga mengingatkan, pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi prioritas nasional yang harus diselesaikan pada tahun 2024 sesuai dengan instruksi presiden.

“Pengentasan kemiskinan bukan hanya tugas Dinas Sosial, tetapi melibatkan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, karena ini adalah prioritas pembangunan nasional,” tutupnya. (ADV)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Pemkesra Sulbar Rapat Bahas Pergub Tentang Program Beasiswa Tahun 2026

    Pemkesra Sulbar Rapat Bahas Pergub Tentang Program Beasiswa Tahun 2026

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemkesra Setda Prov. Sulbar menggelar rapat pembahasan rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Beasiswa Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Biro Hukum Pemprov Sulbar. Selasa (30/09/2025). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Karo Pemkesra, Murdanil, bersama Sekretaris Dinas Pendidikan, Safaruddin, serta dihadiri oleh Analis Kebijakan Ahli […]

  • SDK-JSM Jamin Pemerataan Pembangunan dan Pengelolaan Sektor Pertanian Lebih Baik di Mateng

    SDK-JSM Jamin Pemerataan Pembangunan dan Pengelolaan Sektor Pertanian Lebih Baik di Mateng

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mateng – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat nomor urut 3, Dr. H. Suhardi Duka, MM (SDK) dan Mayjen (Purn) Salim Mengga (JSM), kembali menegaskan komitmen kuat mereka untuk memajukan Sulawesi Barat dengan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Kampanye terbatas yang diadakan di Desa Batuparugi, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Kamis (10/10/2024), […]

  • Pj Gubernur Sulbar Dukung Peningkatan SDM Desa Lewat Program LMS Pamong Desa

    Pj Gubernur Sulbar Dukung Peningkatan SDM Desa Lewat Program LMS Pamong Desa

    • 0Komentar

    INTUISI.ID – Penjabat Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin mengikuti Rapat Koordinasi Keberlanjutan Learning Management System (LMS) Pamong Desa Tahun 2024 di Jakarta, Selasa 15 Oktober 2024. Kegiatan ini dalam rangka membangun sistem manajemen pembelajaran berbasis digital bagi seluruh Aparatur Pemerintahan Desa dan Pengurus Kelembagaan Desa melalui Program Penguatan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD). […]

  • Bapperida Sulbar Bahas Isu Krusial Kesehatan Mamuju, dari AKI hingga JKN

    Bapperida Sulbar Bahas Isu Krusial Kesehatan Mamuju, dari AKI hingga JKN

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Bapperida Provinsi Sulawesi Barat memfasilitasi pertemuan teknis lintas pemerintah melalui desk urusan pemerintahan bidang kesehatan untuk perencanaan pembangunan tahun 2027. Hal ini sejalan dengan quick wins ketiga Gubernur Sulbar, yaitu Sulbar Sehat. Kegiatan yang digelar Senin, 6 April 2026 ini mempertemukan unsur pemerintah provinsi dan daerah, mulai Bapperida Sulbar hingga Dinas Kesehatan […]

  • DPRD Samarinda Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Doxing

    DPRD Samarinda Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Doxing

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, SAMARINDA – Fenomena penyebaran informasi pribadi atau doxing yang marak terjadi di media digital kini menjadi perhatian serius DPRD Kota Samarinda. Ketua Komisi I, Samri Shaputra, menyatakan kekhawatirannya karena praktik ini sudah menyasar tidak hanya pejabat publik, tetapi juga warga biasa. “Doxing adalah bentuk pelanggaran privasi sekaligus tindakan intimidasi yang berbahaya. Dampaknya bisa membuat […]

  • TP PKK dan Dinkes Sulbar Intervensi Gizi Ibu Hamil melalui Pemberian Susu Bumil di Lokus Program Pastipadu

    TP PKK dan Dinkes Sulbar Intervensi Gizi Ibu Hamil melalui Pemberian Susu Bumil di Lokus Program Pastipadu

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Dalam upaya memperkuat Program Pasti Padu (Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Terpadu), TP PKK Provinsi Sulawesi Barat bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan kegiatan intervensi gizi bagi ibu hamil melalui pemberian susu ibu hamil (bumil), di Kabupaten Mamasa, Selasa 7 Oktober 2025. Kegiatan penyerahan dilakukan di Posyandu Buntu Buda, Desa Buntu […]