Pj. Gubernur Pastikan Penambahan Aktivitas Penyeberangan Mamuju-Kalimantan sebagai Penyangga IKN
- BERITA Pemerintahan
- calendar_month Senin, 9 Sep 2024

INTUISI.ID, Mamuju – Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat, Bahtiar Baharuddin, kembali membuat terobosan penting dalam bidang transportasi laut untuk mendukung posisi Sulbar sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Setelah berhasil membuka jalur transportasi udara di Bandara Tampapadang Mamuju dengan penerbangan setiap hari, Bahtiar kini memastikan adanya penambahan frekuensi penyeberangan kapal dari Mamuju menuju Kalimantan.
Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Barat, Maddareski Salatin, mengungkapkan bahwa berkat upaya Pj Gubernur, aktivitas penyeberangan dari Mamuju ke Pelabuhan Kariangau Balikpapan yang sebelumnya hanya satu kali seminggu, kini bertambah menjadi dua kali dalam sepekan.
“Ini hasil perjuangan Pj Gubernur Bahtiar dengan pihak PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) di Balikpapan. Penambahan aktivitas penyeberangan ini sudah mulai diterapkan,” kata Maddareski pada Senin (9/9/2024).
Ke depan, Pj Gubernur juga menargetkan agar frekuensi penyeberangan ini bisa bertambah secara bertahap hingga melayani setiap hari. Maddareski menyebutkan, Sulbar memiliki potensi besar dalam hal angkutan penumpang dan barang, terutama komoditas yang dapat diangkut setiap harinya.
“Penambahan rute penyeberangan tidak hanya akan terjadi di jalur Mamuju-Balikpapan, tetapi Pj Gubernur juga tengah memperjuangkan penambahan rute ke pelabuhan lain di Kalimantan, seperti Bontang, Sangkuriang, dan Samarinda,” tambah Maddareski.
Menurutnya, banyak warga Sulbar yang memiliki tujuan ke tiga daerah tersebut, baik untuk keperluan pribadi maupun pengangkutan barang dan komoditas pangan.
Selain itu, untuk mendukung peningkatan aktivitas pelayaran di rute Mamuju-Kalimantan, dalam waktu dekat Pemprov Sulbar juga akan memfasilitasi rencana investasi dari PT Belibis Putra.
“Dengan adanya dukungan ini, diharapkan aktivitas ekonomi di Sulbar dan sekitarnya semakin berkembang pesat, terutama dalam hal angkutan barang dan jasa,” tutup Maddareski.
Penambahan frekuensi penyeberangan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antara Sulbar dan Kalimantan, serta mendukung percepatan pembangunan daerah sebagai penyangga IKN Nusantara.
(*)
- person

Saat ini belum ada komentar