Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Pengadaan Lahan SPAM Sulbar Butuh Tahapan dan Anggaran Hingga Rp700 Juta

Pengadaan Lahan SPAM Sulbar Butuh Tahapan dan Anggaran Hingga Rp700 Juta

Intuisi.id, Mamuju – Pembahasan pembangunan SPAM Regional Polewali Mandar–Majene tak lepas dari satu isu krusial: lahan.

Dalam rapat koordinasi yang digelar BPBPK Sulawesi Barat, terungkap bahwa kebutuhan lahan untuk proyek ini masih belum sepenuhnya final.

BPBPK memperkirakan total kebutuhan sekitar 5,2 hektare. Namun dari sisi perencana daerah, angkanya bisa mencapai 7,3 hektare.

Perencana Ahli Muda Bapperida Sulbar, Zuhriah AR Lery, menyebut pemerintah provinsi sudah mulai menyusun rencana pembebasan lahan, meski belum dalam waktu dekat.

“Rencana pembebasan sekitar 1,5 hektare akan dianggarkan pada 2027, dengan estimasi biaya kurang lebih Rp2 miliar,” jelasnya, Senin (9/3/2026).

Di sisi lain, proses pengadaan lahan juga tidak bisa dilakukan secara instan. Perwakilan Dinas Perkim Sulbar menjelaskan ada tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu.

Mulai dari studi kelayakan, perencanaan pengadaan tanah, hingga penetapan lokasi. Seluruh proses ini diperkirakan memakan waktu 3 sampai 4 bulan, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp600 hingga Rp700 juta.

Proses tersebut mengacu pada regulasi yang berlaku, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 yang telah diperbarui melalui PP Nomor 39 Tahun 2023.

Selain itu, kewenangan pengadaan tanah juga bergantung pada luas lahan. Jika lebih dari 5 hektare, maka menjadi kewenangan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sementara di bawah itu, bisa ditangani pemerintah daerah.

Tak hanya soal lahan, rapat juga menyinggung pentingnya kejelasan dokumen teknis seperti Detail Engineering Design (DED), serta data kepemilikan tanah yang terdampak proyek.

Saat ini, data kepemilikan tersebut masih perlu dilengkapi agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Dalam kesempatan yang sama, BPBPK juga memperkenalkan penggunaan aplikasi SIPETA untuk membantu pengelolaan data perizinan pengadaan lahan.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum menyampaikan bahwa lembaga pendanaan Asian Development Bank (ADB) memiliki ketentuan tersendiri dalam penilaian lahan, yakni tidak memperbolehkan penggunaan nilai depresiasi. (ADV)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Kapolresta Mamuju Bersama Ketua YKB Cabang Mamuju Hadiri Ramah Tamah Peringatan YKB di Mapolda Sulbar

    Kapolresta Mamuju Bersama Ketua YKB Cabang Mamuju Hadiri Ramah Tamah Peringatan YKB di Mapolda Sulbar

    • 0Komentar

    INTUISI.id – Kapolresta Mamuju Kombes Pol Iskandar Selaku Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Mamuju didampingi Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Mamuju Ny. Awi Iskandar menghadiri ramah tamah Peringatan Yayasan Kemala Bhayangkari Di Aula Marannu Polda Sulbar. Selasa 7 Mei 2024 Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Sulbar Irjen Pol Adang Ginanjar dan Ny. Miranti Adang Ginanjar […]

  • Bulog Bakal Dapat Anggaran APBN, DPR Dorong Percepatan Penyerapan Gabah Petani

    Bulog Bakal Dapat Anggaran APBN, DPR Dorong Percepatan Penyerapan Gabah Petani

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Jakarta – Pemerintah akan mengucurkan anggaran dari APBN kepada Perum Bulog untuk menyerap 3 juta ton setara beras dari Januari hingga April 2025. Kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Koordinator Pangan, Dr. Zulkifli Hasan, sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung harga jual gabah petani. Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PAN, Ajbar, […]

  • Masnah, Guru MA DDI Majene Wakili Sulbar di MTQ Korpri Nasional 2024

    Masnah, Guru MA DDI Majene Wakili Sulbar di MTQ Korpri Nasional 2024

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Masnah, seorang guru Madrasah Aliyah DDI (MA DDI) Majene, berhasil lolos audisi kafilah yang diadakan oleh Korpri Sulawesi Barat dan kini terpilih untuk mewakili provinsi tersebut pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) Korpri VII tahun 2024. Acara bergengsi ini akan digelar di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Sebagai ASN yang sehari-hari bertugas di […]

  • 19 Mahasiswa Sulbar Semakin Dekat dengan Impian Berkat Program Beasiswa Gubernur

    19 Mahasiswa Sulbar Semakin Dekat dengan Impian Berkat Program Beasiswa Gubernur

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulbar melalui Bagian Kesra kembali melaksanakan pelayanan pemberkasan bagi penerima beasiswa tahun 2025. Kegiatan yang memasuki hari ketiga ini berlangsung di ruang kerja Bagian Kesra, Rabu 17 September 2025. Sebanyak 19 mahasiswa hadir untuk menyerahkan dan melengkapi berkas persyaratan. 18 mahasiswa merupakan penerima beasiswa jalur prestasi akademik sarjana, […]

  • Rekonsiliasi Data Jaminan Kesehatan, Dinsos Sulbar Pastikan Tak Ada Data Ganda

    Rekonsiliasi Data Jaminan Kesehatan, Dinsos Sulbar Pastikan Tak Ada Data Ganda

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat menghadiri kegiatan Rekonsiliasi Data dan Iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Triwulan III Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan Cabang Mamuju, Rabu, 26 November 2025, di Hotel d’Maleo Mamuju. Kegiatan ini mencakup rekonsiliasi data dan iuran PNS Daerah, Iuran Wajib Pemerintah Daerah (IW Pemda), Iuran Peserta […]

  • Sampah Samarinda Kian Mengkhawatirkan, DPRD Dorong Partisipasi Warga dalam Penanganan

    Sampah Samarinda Kian Mengkhawatirkan, DPRD Dorong Partisipasi Warga dalam Penanganan

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, SAMARINDA – Persoalan penumpukan sampah di Kota Samarinda kembali mencuri perhatian publik. Anggota Komisi III DPRD Samarinda, M. Andriansyah, menegaskan bahwa menjaga kebersihan kota tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan atau kelompok pecinta lingkungan, melainkan membutuhkan keterlibatan nyata dari seluruh lapisan masyarakat. “Urusan sampah ini adalah tanggung jawab bersama. Tanpa kesadaran kolektif, masalah […]

expand_less