Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Resmikan SPPG Bontang Lestari, Pemkot Perkuat Program Makanan Bergizi Gratis dan Dorong Ekonomi Lokal

Resmikan SPPG Bontang Lestari, Pemkot Perkuat Program Makanan Bergizi Gratis dan Dorong Ekonomi Lokal

NIUS.id – Pemerintah Kota Bontang meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bontang Lestari sebagai langkah strategis memperkuat pelaksanaan program makanan bergizi gratis bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Peresmian ini tidak hanya menandai perluasan layanan pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pelibatan petani dan pelaku UMKM sebagai penyedia bahan pangan.

Kepala Regional SPPG Bontang, Surya Dwi Saputra, mengungkapkan saat ini terdapat 19 dapur SPPG yang telah lolos verifikasi dan siap beroperasi. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 31 dapur dalam waktu dekat.

“Dari total rencana 31 dapur, sebanyak 26 berada di wilayah perkotaan, dua milik pemerintah kota, dan lima lainnya berada di daerah terpencil,” jelasnya, Senin, (30/3/26).

Menurutnya, keberadaan dapur SPPG juga membuka peluang kerja baru, di mana setiap dapur akan didukung sekitar 47 tenaga kerja.

Sementara itu, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa program ini menyasar kelompok rentan seperti anak-anak stunting, ibu hamil, dan masyarakat dengan kondisi kekurangan gizi.

“Program makanan bergizi gratis ini sangat baik dan mulia. Kita harus menjalankannya secara maksimal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga memberi perhatian serius terhadap kualitas makanan yang disajikan. Neni menegaskan seluruh bahan pangan harus melalui proses seleksi ketat agar layak konsumsi.

“Jangan sampai ada bahan yang tidak layak seperti buah busuk, telur rusak, atau makanan berjamur. Tim gizi dan kepala dapur harus benar-benar melakukan pengawasan,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam pengolahan makanan, termasuk penggunaan peralatan yang sesuai dan pemisahan bahan pangan.

Tak hanya soal kualitas, pengelolaan limbah dapur juga menjadi perhatian. Neni meminta seluruh dapur mematuhi standar yang ditetapkan serta terus dikawal agar berjalan optimal.

“Yang penting itu limbahnya harus sesuai standar. Kalau ada yang belum memenuhi, kita dampingi dan kawal, bukan langsung disanksi,” tambahnya. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

expand_less