UPTD BBTPH Sulbar Kirim Benih Jagung Komposit ke Medan, Dukung Swasembada Pangan Nasional
- BERITA
- calendar_month Selasa, 31 Mar 2026

Intuisi.id, Mamuju – UPTD Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat kembali menunjukkan kontribusinya di tingkat nasional dalam mendukung program swasembada pangan. Hal ini ditandai dengan pengiriman benih jagung komposit ke wilayah Indonesia bagian barat, tepatnya ke Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (31/3/2026).
Pengiriman tersebut menjadi bukti nyata bahwa benih hasil produksi daerah Sulawesi Barat mampu bersaing dan dipercaya untuk memenuhi kebutuhan benih di luar daerah.
Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap visi dan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya dalam mendorong kemandirian dan ketahanan pangan daerah. Sebelumnya, UPTD BBTPH juga telah melakukan pengiriman benih jagung komposit ke Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Kepala UPTD BBTPH, Nasaruddin, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras tim di tengah berbagai keterbatasan, khususnya dari sisi anggaran. Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk terus berproduksi dan berinovasi dalam penyediaan benih unggul.
“Di tengah keterbatasan yang ada, kami tetap berkomitmen untuk terus memproduksi benih tanaman pangan dan hortikultura yang berkualitas. Pengiriman ke Medan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga kualitas benih,” ujar Nasaruddin.
Nasaruddin mengungkapkan, saat ini produksi benih jagung komposit masih terus berlanjut, salah satunya melalui pengembangan lahan di IKB Minake yang berada di Kabupaten Mamasa. Lahan tersebut menjadi salah satu sentra produksi benih jagung komposit yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih baik di dalam maupun luar daerah.
Lanjut, ia menjelaskan bahwa benih jagung komposit memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan benih jagung hibrida. Benih jagung komposit bersifat bersari bebas, memiliki harga yang lebih terjangkau, dapat ditanam kembali berkali-kali, serta lebih adaptif terhadap kondisi lahan marginal. Sementara itu, benih jagung hibrida umumnya hanya dapat digunakan untuk satu kali tanam.
“Saat ini kami mengembangkan dua varietas jagung komposit, yaitu Sukmaraga dan Bisma. Kedua varietas ini memiliki potensi hasil yang baik dan cocok dikembangkan di berbagai kondisi lahan, khususnya di wilayah Sulawesi Barat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DTPHP Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, memberikan apresiasi atas kinerja UPTD BBTPH yang terus menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan pertanian.
Menurutnya, upaya yang dilakukan UPTD BBTPH sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui program Panca Daya, khususnya dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan daerah.
“Kami sangat mengapresiasi langkah UPTD BBTPH yang mampu memproduksi dan mendistribusikan benih hingga ke luar daerah. Ini merupakan bukti bahwa Sulawesi Barat tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan nasional,” ungkap Hamdani Hamdi.
Ke depan, DTPHP Provinsi Sulawesi Barat akan terus mendorong peningkatan produksi benih jagung dan komoditas pangan lainnya sebagai bagian dari strategi besar dalam mendukung swasembada pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani di daerah. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar