Intuisi.id, Mamasa – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Daerah Pemilihan (Dapil) Mamasa, Suhadi Kandoa’, menuntaskan kegiatan reses masa sidang II tahap pertama Tahun Anggaran 2026 di titik ketiga yang berlangsung di Desa Uhaidao, Kecamatan Aralle.
Kegiatan reses yang dihadiri sekitar 300 warga tersebut berlangsung penuh antusias. Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai generasi muda hingga tokoh masyarakat setempat, hadir untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat dari Fraksi Gabungan tersebut.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah usulan dan masukan disampaikan sebagai bentuk harapan masyarakat agar aspirasi mereka dapat diperjuangkan di tingkat Provinsi Sulawesi Barat.
Salah satu tokoh masyarakat berharap agar pada tahun mendatang program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Desa Uhaidao tetap menjadi perhatian, meski dengan skala anggaran yang menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
“Kami tidak berharap program dalam jumlah besar, tetapi yang penting manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat dalam forum tersebut.
Selain itu, perwakilan aktivis kepemudaan mengusulkan peningkatan kuota beasiswa bagi mahasiswa asal Mamasa agar lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Suhadi Kandoa’ menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh masukan masyarakat melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Ia menegaskan akan terus memperjuangkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti kegiatan padat karya, bantuan ternak, serta program pemberdayaan lainnya yang sejalan dengan visi pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan sejumlah program hasil kesepakatan antara pihak eksekutif dan legislatif yang telah dialokasikan untuk Kabupaten Mamasa. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka berkomitmen mengalokasikan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk setiap kabupaten di Sulawesi Barat.
“Kita berharap ke depan alokasi anggaran untuk Mamasa bisa meningkat, bukan hanya Rp50 miliar, tetapi lebih besar lagi,” ujarnya yang disambut positif masyarakat.
Usai kegiatan, kepada awak media Suhadi Kandoa’ mengakui bahwa pada tahun pertama masa jabatannya belum dapat bekerja secara maksimal karena keterbatasan waktu. Namun demikian, sejumlah program yang langsung menyentuh masyarakat telah direalisasikan di beberapa desa, seperti pembangunan talud, irigasi, bantuan beasiswa, serta program pemberdayaan lainnya.
“Walaupun nilainya belum besar, paling tidak sudah ada upaya dan hasil nyata yang bisa dirasakan masyarakat dibandingkan hanya beretorika tanpa realisasi,” katanya sambil tersenyum sebelum melanjutkan agenda silaturahmi ke rumah salah satu tokoh masyarakat setempat. (*)




