Ikuti Kami

Beranda » » Saatnya Hadirkan Jurnalistik Filantropi

Saatnya Hadirkan Jurnalistik Filantropi

Oleh: Salim Majid (Pemred Sumbu Borneo)

Catatan Pinggir

Ketika publik sudah mulai jenuh disuguhi informasi atau berita, provokatif, kekerasan dan korupsi. Belum lagi media sosial yang terus mengharu biru jagat maya seakan tak ada habisnya.

Ironisnya medsos seolah-olah meligitimasi sebuah kebenaran yang belum tentu benar.

Menggiring opini publik seakan menjadi satu pembenaran kolektif. Tujuan utamanya adalah pembentukan opini untuk menguatkan legitimasi publik.

Era digitalisasi sebuah keniscayaan yang tak bisa di tawar-tawar. Pilihannya adalah memilah dan memilih untuk tidak terjebak dalam setiap fragmentasi sosial.

Terpecahnya masyarakat menjadi kelompok-kelompok kecil, akibat polarisasi politik yang tak kunjung redah pasca helatan demokrasi misalnya pilkada atau pilpres.

Karena medium yang paling efektif untuk berakrobatik politik adalah medsos.  Menyerang tanpa kelihatan wajah. Bersembunyi dibalik bayang-bayang semu.

Saatnya mengurangi kesenjangan sosial, mempererat solidaritas, interaksi dan pemahaman bersama.

Mengapa demikian? Karena dunia maya (medsos) akan terus melemahkan hubungan dan solidaritas individu atau kelompok.

JURNALISTIK FILANTROPI

Kini saatnya menghadirkan Jurnalistik filantropi yang menyejukkan bagi publik. Sebab pendekatan jurnalistik ini berfokus pada pelaporan isu sosial, kemanusiaan, dan kebaikan untuk mendorong aksi nyata, keadilan, dan pemerataan.

Isu yang dibangun bukan bukan sekadar mengekspos kemiskinan (jurnalisme air mata), melainkan membangun harapan, memotivasi kepedulian, dan memberdayakan penerima manfaat (mustahik) menjadi pemberi (muzaki). 

Model jurnalisme Filantropi cenderung menyuarakan aspek  perubahan sosial, bukan hanya melaporkan berita. Tapi mengambil peran penting  sebagai jembatan antara pemberi donasi dan mereka yang membutuhkan.

Konten-konten yang ditawarkan cenderung lebih inspirasi, solidaritas, foto yang kuat, dan narasi perjuangan.

Sehingga media tak segedar menyampaikan pesan yang bermanfaat. Tapi juga dapat bertindak sebagai fasilitator dalam menggalang donasi dan melaporkan transparansi penyaluran bantuan.

Tak hanya itu, jurnalistik filantropi seringkali bermakna dakwah “amar ma’ruf” (mengajak kebaikan) untuk kemanusiaan, meningkatkan kepedulian sosial. 

Bahkan dapat berkontribusi dalam setiap pengambilan kebijakan atau keputusan pemerintah.(*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

expand_less