Kesbangpol Sulbar Terima Audiensi Ormas Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Terkait Mekanisme Hibah
- BERITA Pemerintahan
- calendar_month 6 jam yang lalu

Intuisi.id, Mamuju – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan audiensi dari pengurus Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) API di Kantor Kesbangpol Sulbar, Kamis (02/04/2026).
Pertemuan ini dilakukan dalam rangka koordinasi awal terkait mekanisme pengajuan proposal bantuan dana hibah untuk Tahun Anggaran 2027.
Kunjungan tersebut diterima oleh Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Kesbangpol Sulbar, Agus Wijaya. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan konstruktif tersebut, kedua belah pihak mendiskusikan persyaratan administratif serta tahapan krusial dalam pengajuan hibah agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Barat, Darwis Damir, memberikan apresiasi atas inisiatif Ormas API. Ia menegaskan bahwa ormas memiliki peran vital sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan.
“Transparansi adalah kunci utama,” ucap Darwis.
Darwis juga menekankan sebagaimana arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, melalui Kesbangpol berkomitmen memberikan pelayanan informasi yang terbuka bagi setiap organisasi yang ingin berkontribusi bagi kemajuan daerah, selama tetap berada dalam koridor hukum dan sesuai dengan Kondisi Finansial Daerah.
Senada dengan hal tersebut, Agus Wijaya memaparkan pentingnya kesiapan dokumen sejak dini. Ia menggarisbawahi bahwa setiap proposal yang masuk akan diverifikasi secara ketat berdasarkan tiga aspek:
1. Legalitas Administrasi: Dokumen organisasi harus lengkap dan terdaftar secara resmi.
2. Relevansi Program, kegiatan yang diusulkan harus sinkron dengan prioritas pembangunan Sulawesi Barat.
3. Transparansi Proses pengelolaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel dan tepat sasaran.
Melalui koordinasi ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan guna mendukung visi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar