INTUISI.ID, Mamuju – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Munandar Wijaya, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah. Rakor ini digelar secara serentak se-Indonesia melalui video conference di Rupatama Kantor Binda Sulawesi Barat, Senin (4/2/2025).
Dalam teleconference tersebut, Deputi II BIN Pusat dan Deputi Badan Gizi Nasional (BGN) menekankan pentingnya dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk menyukseskan program ini.
“Dengan mendengarkan arahan Deputi II BIN Pusat dan Deputi BGN, tentu kita di Sulawesi Barat akan mengikuti kebijakan Bapak Presiden dalam menyukseskan Program Makan Bergizi untuk Anak Sekolah,” ujar Munandar Wijaya.
Namun, Munandar juga mengakui bahwa kebijakan ini memiliki konsekuensi terhadap anggaran daerah.
Pemerintah pusat telah menginstruksikan pemangkasan anggaran infrastruktur dan program lain yang tidak terkait ketahanan pangan, guna mengalokasikan dana lebih besar untuk Program Makan Bergizi Gratis.
“Yaa, konsekuensinya kebijakan anggaran untuk infrastruktur dan kegiatan lain yang tidak mendukung ketahanan pangan akan dipangkas. Sudah ada edaran resmi untuk semua daerah terkait pemangkasan anggaran ini,” tambahnya.
Terkait petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) Program Makan Bergizi Gratis, Badan Gizi Nasional masih akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Untuk memastikan kelancaran program, Rapat Koordinasi Nasional akan dilakukan setiap minggu guna memantau perkembangan serta mengevaluasi kendala yang dihadapi di masing-masing daerah.
Rakor ini turut dihadiri oleh Kabinda Sulawesi Barat, perwakilan Gubernur Sulbar melalui Kepala Dinas Kesbangpol, serta jajaran Binda dan Pemerintah Provinsi se-Indonesia. (ADV)





