Bapperida Sulbar Perkuat Ekosistem Inovasi Lewat Program RIIM Startup BRIDA
- BERITA Pemerintahan
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026

Intuisi.id, Mamuju – Pemerintah terus memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional melalui berbagai program pendanaan bagi perusahaan rintisan berbasis hasil penelitian.
Salah satu program strategis tersebut adalah Skema Pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Startup yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Pada tahun 2026, program RIIM Startup diperluas melalui skema RIIM Startup BRIDA yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dalam menjaring serta membina startup berbasis potensi lokal di daerah.
Sosialisasi program tersebut dilaksanakan secara virtual pada Rabu (20/5/2026) dan diikuti oleh jajaran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Sulawesi Barat, termasuk Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah, Hasanuddin.
Dalam keterangannya, Hasanuddin menilai skema RIIM Startup BRIDA menjadi peluang strategis dalam memperkuat hilirisasi hasil riset menjadi produk inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Skema RIIM Startup BRIDA ini menjadi peluang penting bagi daerah, karena tidak hanya mendorong lahirnya startup berbasis riset, tetapi juga memperkuat proses hilirisasi inovasi agar hasil riset dapat benar-benar dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi produk yang bernilai ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan BRIDA dinilai penting untuk memastikan startup yang berkembang benar-benar sesuai dengan potensi unggulan daerah dan mendapatkan pendampingan yang terarah.
“Melalui keterlibatan BRIDA, kita dapat memastikan bahwa startup yang lahir benar-benar berbasis potensi daerah, memiliki validasi yang kuat, serta mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam pemaparan sosialisasi disebutkan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat keenam dunia sebagai negara dengan jumlah startup terbanyak berdasarkan Startup Ranking Agustus 2024. Kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan ekosistem digital dan inovasi nasional yang terus berkembang.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, mulai dari keterbatasan pendanaan awal, fenomena tech winter, kompleksitas regulasi, hingga kebutuhan talenta digital yang kompeten.
Kepala Bapperida Sulawesi Barat, Amujib, menegaskan bahwa program RIIM Startup BRIDA merupakan momentum penting dalam mempercepat pertumbuhan inovasi berbasis riset di daerah.
“Kami di Bapperida Sulawesi Barat memandang bahwa skema RIIM Startup BRIDA ini adalah peluang strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi daerah. Ini sejalan dengan upaya kita mendorong lahirnya startup lokal yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan startup berbasis riset juga sejalan dengan visi pembangunan daerah yang diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka.
“Penguatan startup berbasis riset ini sangat sejalan dengan visi ‘Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera’. Melalui inovasi dan hilirisasi riset, kita ingin memastikan pembangunan daerah berjalan lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Program RIIM Startup sendiri memiliki dua kategori utama, yakni kategori reguler untuk startup berbasis hasil riset BRIN, perguruan tinggi, maupun lembaga riset, serta kategori BRIDA yang difasilitasi pemerintah daerah melalui BRIDA atau OPD kelitbangan.
Pendanaan program ini berasal dari pengelolaan imbal hasil dana abadi penelitian melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan.
Startup yang lolos seleksi akan memperoleh pendanaan hingga Rp300 juta per tahun yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk, pemasaran, sertifikasi, perizinan, kekayaan intelektual, hingga penguatan infrastruktur digital.
Selain dukungan pendanaan, peserta juga akan mendapatkan pendampingan berupa bootcamp, mentoring intensif, hingga fasilitasi pameran inovasi dari BRIN.
Pendaftaran RIIM Startup BRIDA dibuka sepanjang tahun secara daring melalui portal resmi pendanaan riset dan inovasi BRIN.
Bapperida Sulbar pun mengajak pelaku startup, inkubator bisnis, hingga OPD terkait untuk memanfaatkan peluang tersebut dalam memperkuat ekosistem inovasi daerah menuju Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera. (*)
- person

Saat ini belum ada komentar