Hadiri Rekonsiliasi SBR, Bapperida Sulbar Dorong Perencanaan Berbasis Data Akurat
- BERITA Pemerintahan
- calendar_month Kamis, 30 Apr 2026

Intuisi.id, Mamuju – Upaya memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data terus didorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Langkah ini sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Salah satunya melalui keterlibatan aktif Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar dalam kegiatan Rekonsiliasi Prelist Statistical Business Register (SBR) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Manakarra Kantor BPS Sulbar ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor. Mulai dari Kepala BPS Sulbar, Kepala Bapperida Sulbar, perwakilan Bank Indonesia, Korem Sulbar, hingga perangkat daerah lingkup Pemprov Sulbar.
Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menegaskan bahwa sensus ekonomi bukan sekadar agenda rutin BPS, melainkan kebutuhan bersama dalam menyusun arah kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
“Ini bukan hanya tanggung jawab BPS. Pemerintah daerah dan masyarakat juga punya peran. Data yang dihasilkan nanti akan menjadi pijakan penting dalam menentukan kebijakan pembangunan ke depan,” ujarnya.
Melalui rekonsiliasi ini, dilakukan penyelarasan data awal pelaku usaha yang nantinya akan menjadi objek dalam Sensus Ekonomi 2026. Selain meningkatkan akurasi, proses ini juga membuka peluang untuk menangkap potensi usaha baru yang bisa dikembangkan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Di sisi lain, BPS Sulbar juga terus berbenah dalam metode pendataan. Kini, proses pengumpulan data sudah memanfaatkan perangkat digital berbasis gadget yang dilengkapi teknologi geotagging untuk memetakan lokasi usaha secara lebih presisi.
Tak hanya itu, pemanfaatan teknologi generative artificial intelligence (AI) juga mulai digunakan untuk membantu petugas dalam merapikan dan menyusun data, sehingga kualitas informasi yang dihasilkan menjadi lebih baik.
Dengan data yang semakin akurat dan terintegrasi, diharapkan perencanaan pembangunan ke depan tidak lagi bersifat asumtif, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat. (ADV)
- person

Saat ini belum ada komentar