Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Di Balik WFH, Perpusip Sulbar Tetap Hadir untuk Pemustaka

Di Balik WFH, Perpusip Sulbar Tetap Hadir untuk Pemustaka

Intuisi.id, Mamuju – Di tengah kebijakan Work From Home (WFH) yang berlaku setiap hari Jumat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tetap menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Layanan perpustakaan tetap dibuka, memastikan kebutuhan informasi dan literasi pemustaka tetap terpenuhi meski sebagian aparatur menjalankan tugas dari rumah.
Komitmen ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik serta penguatan sumber daya manusia, termasuk melalui literasi dan pendidikan. Pemerintah Provinsi Sulbar mendorong seluruh perangkat daerah untuk tetap adaptif dalam kondisi apa pun, tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.
Meski pola kerja mengalami penyesuaian, Perpusip Sulbar tetap menyiagakan petugas layanan secara bergiliran di ruang perpustakaan. Sejumlah pemustaka terlihat tetap memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari koleksi buku, layanan multimedia, hingga ruang baca.
Kepala Dinas Perpusip Sulbar, Mustari Mula, menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak mengurangi komitmen institusinya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelayanan publik adalah tanggung jawab yang harus terus berjalan. Meskipun hari Jumat diberlakukan WFH, layanan perpustakaan tetap kami buka agar masyarakat tetap dapat mengakses informasi, membaca, belajar, dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang tersedia,” kata Mustari Mula, Selasa 14 April 2026.
Menurutnya, perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang pengetahuan yang harus tetap hadir di tengah masyarakat. Karena itu, pengaturan petugas dilakukan sedemikian rupa agar kualitas pelayanan tetap terjaga tanpa mengabaikan kebijakan yang berlaku.
“Perpustakaan harus tetap menjadi ruang yang hidup dan terbuka bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa siapa pun yang datang tetap mendapatkan pelayanan yang ramah, cepat, dan maksimal,” tambahnya.
Mustari Mula juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkunjung dan memanfaatkan seluruh layanan yang tersedia di Perpusip Sulbar. Seluruh fasilitas, baik layanan baca, multimedia, maupun ruang belajar, dapat diakses secara gratis oleh pemustaka.
Dengan tetap dibukanya layanan di hari WFH, Perpusip Sulbar menunjukkan bahwa komitmen terhadap pelayanan publik tidak pernah surut. Di balik penyesuaian pola kerja, perpustakaan tetap hadir sebagai jantung pengetahuan dan ruang belajar bagi masyarakat Sulbar. (*)
  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Bahtiar Baharuddin: Etalase Anggrek Jadi Karakter dan Potensi Sulbar

    Bahtiar Baharuddin: Etalase Anggrek Jadi Karakter dan Potensi Sulbar

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Bahtiar Baharuddin resmikan etalase anggrek dan pembibitan holtikultura di depan perkantoran Pemprov Sulbar, Kamis 12 Desember 2024. Hadir juga Wakapolda Sulbar, Kabinda Sulbar, Pj Sekprov Amujib, Danlanal, Pengusaha, Petani, Penyuluh pertanian dan jajaran Pemprov Sulbar. Pj Bahtiar juga menebar benih ikan di kolam milik Pemprov Sulbar, sekaligus melihat […]

  • BPBD Sulbar Imbau Masyarakat Tetap Tenang Pasca Gempa di Poso dan Malunda

    BPBD Sulbar Imbau Masyarakat Tetap Tenang Pasca Gempa di Poso dan Malunda

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik pasca dua peristiwa gempabumi yang terjadi di Poso, Sulawesi Tengah, dan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Gempa pertama terjadi pada Kamis malam, 25 Juli 2025 pukul 21.06 WITA di Poso dengan magnitudo 6,0 dan kedalaman 10 […]

  • Biro Organisasi Setda Sulbar Percepat Penataan UPTD Kabupaten Mamuju

    Biro Organisasi Setda Sulbar Percepat Penataan UPTD Kabupaten Mamuju

    • 0Komentar

    Intuisi.id – Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Bagian Kelembagaan dan Analisa Jabatan menyelenggarakan Rapat Kerja Penataan Perangkat Daerah Kabupaten Mamuju, Kamis 16 April 2026. Rapat ini berfokus pada percepatan penyelesaian Peraturan Bupati (Perbup) tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja UPTD di Kabupaten Mamuju. Penataan Perangkat Daerah […]

  • Batas Cuti 5 Persen Diterapkan di OPD, Pemkot Bontang Pastikan Layanan Publik Tetap Prima

    Batas Cuti 5 Persen Diterapkan di OPD, Pemkot Bontang Pastikan Layanan Publik Tetap Prima

    • 0Komentar

    Intuisi.id – Di tengah pembatasan cuti pegawai, Pemerintah Kota Bontang memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Skema cuti bergilir menjadi kunci agar roda pelayanan tidak terganggu. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan kebijakan pembatasan cuti maksimal 5 persen pegawai di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) berjalan efektif di lapangan. Aturan ini diterapkan untuk menjaga keseimbangan […]

  • Peredaran Uang Palsu Jadi Sorotan, Pj. Gubernur Bahtiar Tindaklanjuti Keterlibatan ASN Sulbar

    Peredaran Uang Palsu Jadi Sorotan, Pj. Gubernur Bahtiar Tindaklanjuti Keterlibatan ASN Sulbar

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Kasus peredaran uang palsu yang terungkap di Sulawesi Barat menjadi perhatian serius aparat penegak hukum (APH). Dalam perkembangan terbaru, dua di antara tersangka yang diamankan diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar). Menanggapi hal ini, Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin menyatakan dukungannya terhadap proses hukum […]

  • Temuan Bantuan Disabilitas Belum Cair, Pemkot Bontang Percepat Validasi Data Penerima

    Temuan Bantuan Disabilitas Belum Cair, Pemkot Bontang Percepat Validasi Data Penerima

    • 0Komentar

    Intuisi.id – Pemerintah Kota Bontang bergerak cepat menindaklanjuti temuan keterlambatan penyaluran bantuan sosial bagi anak penyandang disabilitas setelah dilakukan peninjauan lapangan di Kelurahan Tanjung Laut Indah. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menemukan adanya penerima manfaat yang belum mendapatkan bantuan pendidikan khusus disabilitas sebesar Rp300 ribu per bulan, saat meninjau program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) […]

expand_less