Intuisi.id, Mamuju – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat dukungan strategis terhadap penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai langkah konkret mendorong peningkatan kualitas pembangunan manusia di daerah.
Upaya ini menjadi bagian dari dukungan terhadap misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter melalui peningkatan akses serta partisipasi pendidikan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan koordinasi antara Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Nehru Sagena, yang berlangsung di ruang kerja Kepala Bapperida, Kamis (6/2/2026).
Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, menjelaskan bahwa koordinasi ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan kegiatan penanganan Anak Tidak Sekolah yang direncanakan berlangsung pada 12 Februari 2026.
Tahap awal kegiatan akan difokuskan pada gerakan pengembalian anak ke bangku sekolah sebagai langkah strategis untuk meningkatkan Angka Partisipasi Murni (APM) serta berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sulawesi Barat.
Menurutnya, Bapperida Sulbar memiliki peran penting dalam fungsi koordinasi pembangunan manusia melalui bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM).
Karena itu, pelaksanaan program akan melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki irisan program, termasuk Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
“Peran pemerintah desa diharapkan mampu mendukung keberlanjutan program penanganan ATS hingga ke tingkat masyarakat,” kata Amujib.
Dukungan lintas sektor juga diperkuat melalui keterlibatan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), khususnya dalam pemanfaatan data keluarga dan data anak usia sekolah yang didukung Tim Pastipadu serta para Penyuluh KB.
Selain itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten se-Sulawesi Barat turut diundang untuk memastikan sinergi program berjalan optimal hingga tingkat daerah.
Mengantisipasi padatnya agenda lintas instansi, Bapperida Provinsi Sulbar bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan koordinasi lanjutan guna memastikan kepastian jadwal pelaksanaan kegiatan penanganan Anak Tidak Sekolah tersebut.
Melalui kolaborasi yang kuat dan terintegrasi, program penanganan Anak Tidak Sekolah di Sulawesi Barat diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, meningkatkan APM dan IPM, serta memperkuat fondasi pembangunan manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter di daerah. (*)




