INTUIS.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) terus mendorong pengembangan hilirisasi produk lokal sebagai strategi utama memperkuat ekonomi daerah.
Fokus utamanya adalah mengubah komoditas mentah seperti ikan bawis dan rumput laut menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar nasional hingga menembus ekspor.
Kepala DPM-PTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menuturkan bahwa langkah hilirisasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing industri kecil menengah (IKM) di Bontang.
Menurutnya, dengan pengolahan yang tepat, produk lokal tidak hanya memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
“Kita tidak ingin Bontang hanya dikenal sebagai penghasil bahan mentah. Kita ingin punya produk olahan khas yang bisa jadi kebanggaan dan berdaya saing di pasar luas,” ujarnya, Rabu (22/10/25)
Aspiannur mencontohkan ikan bawis kaleng sebagai salah satu produk potensial yang bisa menjadi ikon kuliner daerah. Ia optimistis, dengan dukungan teknologi pengolahan modern dan kemasan menarik, produk tersebut dapat menembus pasar nasional bahkan menjadi produk ekspor unggulan Bontang.
“Kalau diproduksi dengan standar tinggi, bawis kaleng bukan hanya makanan khas, tapi juga bisa jadi cendera mata dan identitas kuliner kota,” jelasnya.
Selain bawis, rumput laut juga menjadi fokus pengembangan hilirisasi. Selama ini, hasil panen rumput laut dari Bontang banyak dijual mentah. Padahal, potensinya sangat besar untuk diolah menjadi bahan makanan, kosmetik, hingga produk farmasi.
“Kita ingin rumput laut naik kelas, tidak berhenti di bahan mentah. Nilainya akan jauh meningkat jika masuk ke tahap pengolahan,” kata Aspiannur.
Untuk mempercepat program ini, DPM-PTSP membuka ruang kerja sama dengan para investor yang memiliki kompetensi di bidang industri pengolahan.
Namun, ia menegaskan bahwa investasi yang diharapkan bukan sekadar penyertaan modal, tetapi juga transfer teknologi dan penguatan sistem produksi lokal.
Dengan strategi hilirisasi ini, Pemkot Bontang berharap sektor industri lokal bisa tumbuh berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Kalau hilirisasi berjalan baik, industri tumbuh, lapangan kerja terbuka, dan pendapatan masyarakat naik. Itu yang kita kejar,” pungkas Aspiannur. (*)




