Ikuti Kami

Beranda » BERITA » Pemprov Sulbar Perkuat Akses Keuangan Inklusif melalui KUR untuk Dongkrak Sektor Pertanian dan UMKM

Pemprov Sulbar Perkuat Akses Keuangan Inklusif melalui KUR untuk Dongkrak Sektor Pertanian dan UMKM

INTUISI.ID, Mamuju – Biro Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menghadiri Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sulbar, yang berlangsung di Lt. 3 Ruang Ballroom Andi Depu, Kantor Gubernur Sulbar, baru -baru ini

Hadir Kepala Biro Ekbang Setda Sulbar Hamdani Hamdi, didampingi Kabag. Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Asmar, Penelaah Tekhnis Kebijakan Firman dan beberapa staf fungsional dan struktural serta staf TATT.

Kehadiran Biro Ekbang dalam kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam mendukung upaya percepatan akses keuangan yang inklusif dan berkelanjutan di Sulbar.

Rapat Pleno ini dibuka oleh Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga. Hadir pula Wakil Ketua DPRD Sulbar Abdul Halim, perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jajaran pemerintah daerah Sulbar dan enam kabupaten se-Sulbar.

Dalam pertemuan ini membahas strategi perluasan akses keuangan daerah melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk memperkuat sektor pertanian dan UMKM di Sulbar.

Wakil Gubernur Salim S. Mengga menekankan pentingnya pengawasan dan pembinaan dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Mudah-mudahan dengan materi dan arahan dari OJK dan LPS kita dapat mengelola keuangan daerah dan usaha-usaha potensial di Sulbar dengan lebih baik,” kata pasangan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) ini.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum, Amujib. Wakil Gubernur juga menyoroti kondisi ekonomi Sulbar yang belum mengalami percepatan meskipun inflasi terkendali. Menurutnya, komoditas penyumbang inflasi justru berasal dari luar Sulbar dan tidak memberi nilai tambah bagi petani lokal.

“TPAKD Sulbar melihat sektor jasa keuangan sebagai solusi strategis untuk mengatasi masalah ini, terutama melalui pembiayaan skema KUR,” ujar Amujib.

Program ini dinilai mampu mendorong peningkatan produksi pertanian, pemberdayaan UMKM, serta mempercepat implementasi kebijakan pembangunan melalui program Quick Wins dan kebijakan panca daya.

“Dengan dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan bank dan non-bank, serta pendampingan dari instansi teknis, diharapkan tercipta ekosistem bisnis yang sehat. Keberadaan Off Taker atau kepastian pasar juga diyakini akan meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Sinergi antara sektor pertanian, perdagangan, dan jasa keuangan dinilai sangat penting. Pertanian menyediakan komoditas berkualitas, perdagangan mendistribusikannya secara efisien, dan sektor jasa keuangan menyediakan akses permodalan yang dibutuhkan untuk mendukung seluruh rantai pasok tersebut.

“TPAKD Sulbar terus memperkuat kolaborasi ini melalui berbagai program, seperti bantuan untuk 1.000 UMKM, pengembangan infrastruktur jalan dan pelabuhan, fasilitasi akses permodalan, serta pelatihan kewirausahaan,” tutur Amujib.

Pemprov Sulbar berharap kerja sama dengan OJK dan Lembaga Penyalur KUR semakin konkret. Dengan begitu, Sulbar tidak hanya menjadi penyangga pangan Ibu Kota Negara (IKN) tetapi juga penopang ekonomi regional Sulawesi yang berkelanjutan dan mandiri.

“Kami mengharapkan kerja sama dan peran OJK melalui pengawasan, pembinaan dan langkah konkret pada lembaga penyalur KUR agar Sulbar tidak hanya mengamankan posisinya sebagai penyangga pangan IKN, tetapi juga sebagai penopang ekonomi regional Sulawesi sekaligus terus bergerak maju memandirikan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat secara berkelanjutan,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Kepala Biro Ekbang Setda Sulbar Hamdani Hamdi mengungkapkan bahwa dalam rangka percepatan dan memperluas akses keuangan bagi kelompok usaha, Pemprov Sulbar telah fasilitasi melalui program penyaluran KUR.

“Dalam program ini, Pemprov Sulbar telah fasilitasi sebanyak 10 petani pisang cavendish di Kabupaten Pasangkayu dan 15 petani pisang cavendish di Mamuju. Hal ini sebagai wujud percepatan akses keuangan bagi masyarakat di Sulbar, guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, partisipatif dan inklusif,” ujarnya. (*)

  • person
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Tim Gabungan PEKPPP Sulbar Sasar Tiga Lokus di Hari Kesembilan

    Tim Gabungan PEKPPP Sulbar Sasar Tiga Lokus di Hari Kesembilan

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) terus berlanjut. Memasuki hari kesembilan, Selasa (14/04/2026), tim evaluator gabungan intensif melakukan peninjauan lapangan. Evaluasi kinerja melalui PEKPPP sejalan dengan misi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, khususnya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang […]

  • Pimpin Peringatan HKN Ke-61, Suhardi Duka: Layanan Kesehatan Baik Ciptakan

    Pimpin Peringatan HKN Ke-61, Suhardi Duka: Layanan Kesehatan Baik Ciptakan

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Gubernur Sulbar Suhardi Duka menegaskan bahwa kesehatan adalah wajah pemerintahan. Ia menyebut layanan kesehatan yang baik bakal membuat masyarakat makin percaya pada pemerintah. Pesan itu ia sampaikan saat memimpin upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 di Lapangan Upacara Pemprov Sulbar, Senin 17 November […]

  • Perpusnas RI Apresiasi Gerakan “Sulbar Mandarras”, Gubernur Suhardi Duka Jadi Pembicara pada Pertemuan Nasional TPBIS 2025

    Perpusnas RI Apresiasi Gerakan “Sulbar Mandarras”, Gubernur Suhardi Duka Jadi Pembicara pada Pertemuan Nasional TPBIS 2025

    • 0Komentar

    INTUISI.ID, Mamuju – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) mengapresiasi program Sulbar Cerdas melalui Gerakan Sulbar Mandarras yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Sebagai bentuk penghargaan, Perpusnas RI mengundang Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, menjadi narasumber pada Pertemuan Tingkat Nasional Pemangku Kepentingan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2025. Pertemuan nasional yang akan digelar […]

  • Pesisir Sulbar Berpotensi Banjir Rob 2-6 Januari 2026, BPBD Sulawesi Barat Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

    Pesisir Sulbar Berpotensi Banjir Rob 2-6 Januari 2026, BPBD Sulawesi Barat Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Selasa 30 Desember 2025, menerima Peringatan Dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi banjir pesisir (rob) di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. BMKG menyampaikan bahwa fenomena Fase Perigee, yakni kondisi jarak terdekat bulan dengan bumi yang terjadi pada 2 Januari […]

  • Persiapan SPBE 2026, Satpol PP Tekankan Soliditas Tim

    Persiapan SPBE 2026, Satpol PP Tekankan Soliditas Tim

    • 0Komentar

    Intuisi.id, Mamuju- Gubernur Sulbar Suhardi Duka mengharapkan setiap OPD mengoptimalkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Untuk itu Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Provinsi Sulawesi Barat menggelar rapat persiapan pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2026 sekaligus melakukan evaluasi capaian SPBE Tahun 2025. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP […]

  • Klub Liga 3 Bontang Segera Dibentuk, Pemerintah dan Perusahaan Siapkan Skema Kolaborasi

    Klub Liga 3 Bontang Segera Dibentuk, Pemerintah dan Perusahaan Siapkan Skema Kolaborasi

    • 0Komentar

    INTUISI.ID  Kota Bontang semakin dekat dengan mimpi memiliki klub sepakbola profesional yang akan tampil di Liga 3 Nasional. Pemerintah daerah bersama dunia usaha tengah merancang pembentukan klub berbadan hukum resmi melalui skema Perseroan Terbatas (PT). Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengungkapkan bahwa legalitas berbentuk PT menjadi syarat utama sebelum klub tersebut resmi berdiri. “Kalau […]

expand_less